Share

Dinkes Bojonegoro Tekan AKI dan AKB

Bojonegoro, 3/1 (Media Center) – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau serta mendorong kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, mengungkapkan, arah kebijakan pembangunan kesehatan di Bojonegoro didasari oleh Sustainable Development Goals, Nawacita dengan 9 agenda prioritas dan juga isu-isu strategis di Bojonegoro.

“Dalam mencapai tujuan yang terkandung dalam tiga dasar itulah, salah satu program prioritas yaitu Gerakan Desa Sehat Dan Cerdas turut serta mendukung terwujudnya Indicator Kinerja Utama (IKU) Bojonegoro,” ujarnya.

Ada lima indikator GDSC yaitu ODF, sanitasi non ODF, Angka Kematian Ibu (AKI) atau Angka Kematian Bayi (AKB), Prevelensi gizi kurang dan kepesertaan JKN.

“Indikator Dinas Kesehatan yang mendukung IKU adalah AKI, AKB, dan prevelensi gizi buruk,” tegasnya.

Dalam mencapai IKU tersebut, Dinas Kesehatan melakukan pencapaian program prioritas, peningkatan aksebilitas, peningkatan mutu layanan kesehatan, dan pengembangan layanan inovasi atau unggulan.

Untuk AKI tahun 2017 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016, yakni tahun 2016 sebanyak 23 ibu meninggal, dan tahun 2017 ini sekitar 16 ibu yang meninggal. Untuk AKB yakni tahun 2016 ada 270 bayi yang meninggal.

“Sedangkan 2017 sampai dengan saat ini menurun sebanyak 126 bayi yang meninggal,” imbuhnya.

Pihaknya terus berupaya agar AKI dan AKB mengalami penurunan, dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan bagi ibu yang rawan.(*dwi/mcb)

Leave a Comment