Share

Dinkes Bojonegoro Upayakan Tekan Angka Demam Berdarah

Memasuki musim penghujan tahun ini, jumlah penderita penyakit demam berdarah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami peningkatan. Data dari Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, bulan Januari 2016 jumlah penderita mencapai 75 orang.

“Bulan Desember 2015 lalu, penderita demam berdarah hanya 44 orang saja,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinkes, Sujarto, pada Jum’at (22/1).

Dia menyampaikan, salah satu upaya Dinas Kesehatan untuk menekan angka demam berdarah saat ini adalah dengan melakukan fogging atau pengasapan di Kecamatan Bojonegoro, Balen, Baureno, Bubulan, Sumberjo, Sukosewu, Kedungadem, Dander, Kepohbaru, dan Sugihwaras.

“Kami melakukan fogging di 18 titik yang keberadaannya tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro selama satu bulan ini,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2015 lalu, jumlah penderita demam berdarah mencapai 543 orang. Sementara 7 di antaranya meninggal dunia dan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pihaknya berpesan, masyarakat harus sadar bahaya dari penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk Aedes Aegepty ini dengan melakukan langkah-langkah menutup selokan atau saluran air, menguras bak mandi, dan mengubur barang-barang bekas supaya tidak terdapat genangan air dan dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk (mcb)

Leave a Comment