Share

DinKominfo Ajak Pelaku TI Bersinergi Bangun Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro mengajak para pelaku teknologi informasi (TI) untuk bersinergi membangun dan mempromosikan potensi Bojonegoro agar lebih dikenal masyarakat luas.

Demikian disampaikan Kepala Dinkominfo Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P saat penutupan lokakarya teknologi informasi bagi anggota Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) dari 12 desa di wilayah Kecamatan Gayam.

Dalam kesempatan itu Kusnandaka juga mensosialisasikan website desa kepada para anggota JIM dan Kepala Desa dari 12 desa.

Kusnandaka mengatakan, dengan adanya anggota JIM di masing-masing desa di wilayah Gayam ini diharapkan dapat mendukung website desa dan kelompok informasi masyarakat (KIM). Karena para anggota JIM ini telah mendapat pelatihan tentang bagaimana cara mengelola website, mengolah dan menyebarkan informasi melalui teknologi.

“Sehingga selain dapat membantu mempromosikan potensi di masing-masing desa melalui websdes maupun website JIM, juga membangun keterbukaan dan transparansi di tingkat desa. Karena semua perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan pembangunan dapat diakses dengan mudah melalui website desa,” kata Kusnandaka.

Senada disampaikan Juru Bicara dan Humas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya. Menurut dia, dengan terbentuknya JIM di masing-masing desa di wilayah operasi EMCL ini dapat bersinergi dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa dalam mempromosikan potensi desa sehingga dapat mengembangkan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat.

“Diharapkan kedepan muncul penulis-penulis kreatif dan produktif, sehingga JIM ikut andil mempromosikan potensi Bojonegoro,” tegas Rexy.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ami Hermawati, mengapresiasi lahirnya JIM di wilayah operasi EMCL. Menurut dia, hal ini merupakan peluang bagi desa maupun Pemkab Bojonegoro dalam mempromosikan potensinya.

“Apalagi dengan perkembangan zaman sekarang ini yang serba internet, semua informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat. Kami harapkan JIM bisa menggali dan mempromosikan potensi yang ada sehingga turut andil dalam membangun Bojonegoro,”

Menurut Ami, Pemkab Bojonegoro maupun desa sekitar wilayah operasi EMCL patut bersyukur dengan sumber daya alam berupa migas di wilayahnya. Karena dengan adanya industri hulu migas ini, banyak berkah yang diterima desa maupun daerah. Baik dari pendapatan berupa dana bagi hasil (DBH) migas, maupun program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan.

“Untuk itu kami harapkan dukungan dari masyarakat dan pemangku kepentingan agar proyek Negara ini berjalan lancar. Karena 30 persen kebutuhan energi nasional dipasok dari Lapangan Banyuurip,” pesan Ami.

Direktur Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), Mugito Citrapati, menambahkan, JIM ini merupakan pengembangan dari program papan informasi yang dilaksanakan LIMA 2B bekerjasama dengan EMCL di desa-desa wilayah operasi EMCL sejak 2009.

“JIM ini akan menjadi sarana informasi dan promosi potensi masyarakat baik di wilayah operasi EMCL, maupun Bojonegoro pada umumnya,” pungkas Mugito.(dwi/mcb)

Leave a Comment