Share

Disbudpar Bojonegoro Akan Beri Ganti Rugi Fosil

Bojonegoro (Media Center) –  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur,  akan memberikan ganti rugi  kepada warga penemu fosil purbakala dengan cara negosiasi karena ahli purbakala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMP), Sangiran, Jawa Tengah, tidak bisa menentukan harga sejumlah fosil purbakala temuan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai ganti rugi kepada penemunya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Amir Syahid, Selasa (1/12), mengatakan, ahli purbakala Sangiran Drs. Drs. Rusmulia Tjiptadi Hidayat, tidak bisa menentukan harga fosil purbakala, karena bukan wewenangnya.

“Ahli purbakala hanya memberikan klasifikasi fosil purbakala,  sebab kalau nilai harganya tidak ada yang tahu pasti,” jelas Amir Syahid.

Ahli purbakala Sangiran itu, katanya, datang ke daerahnya hari ini hanya sebatas melakukan verifikasi sejumlah fosil purbakala yang sekarang disimpan di kantornya.

Dengan demikian, lanjut dia, verifikasi hanya sebatas menentukan klasifikasi sejumlah fosil purbakala di daerahnya itu.

Sesuai hasil identifikasi ahli purbakala Sangiran, katanya, ada empat fragmen gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus), dan dua fragmen rahang bawah gajah purba.

Selain itu, dua fragmen kaki gajah purba, dan lima fragmen gading gajah purba yang sudah dimodifikasi menjadi cula.

“Salah ahli purbakala (Drs. Rusmulia Tjiptadi Hidayat) memberikan masukan kalau fosil gading gajah purba yang sudah dimodifikasi tidak ada nilainya. Tapi, semua dikembalikan kepada daerah terkait pemberian ganti rugi,” paparnya.

Lainnya, satu kepala kerbau purba lengkap dengan tanduk (Bubalus Palaeokerabau), dan 10 keramik berupa guci besar dan kecil yang berasal dari dinasti Song China dan Thailand.

“Adapula sejumlah fosil kayu yang sudah dimodifikasi, dengan berbagai bentuk,” jelas dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan pemkab sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta di dalam APBD Perubahan 2015. Alokasikan anggaran itu disediakan sebagai usaha menyelematkan fosil purbakala yang banyak ditemukan masyarakat.

Hanya saja, lanjut dia, besarnya nilai ganti rugi fosil akan dinegosiasikan kepada warga yang menemukan fosil. Rencananya, pemberian ganti rugi pada warga penemu fosil bisa dilaksanakan tahun ini.(sa/*mcb)

Leave a Comment