Share

Disbudpar Sediakan Kartu Induk Untuk Lestarikan Kesenian di Bojonegoro

Bojonegoro, 16/4 (Media Center) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, tahun 2018 ini ada 10 waranggana dan tiga pramugari (penata tayub) yang terdata di instansi pemerintah.

“Sebenarnya ada banyak, tapi yang terdaftar di Dinas itu bagi yang memiliki kompetensi dan standarisasi,” kata Kepala Disbudpar, Amir Syahid, Senin (16/4).

Menurutnya, selama ini pihaknya telah memberikan pelatihan dan pembinaan bagi pelaku seniman langen tayub. Hanya saja, tidak semuanya mau mengikuti program tersebut.

“Kadang sudah kita siapkan, tapi pelakunya sendiri enggan ikut,” imbuhnya.

Sejak dulu, Pemkab telah menyediakan Kartu Induk Kesenian yang selalu diperbaiki validasi datanya tiap tahun. Untuk mendapatkan kartu itu, para pelaku seni di Bojonegoro harus meningkatkan dulu kapasitasnya.

Disinggung cara melestarikan langen tayub sebagai kesenian daerah, Amir mengaku telah melibatkan semua pelaku seni termasuk Tayub dalam setiap event besar salah satunya Hari Jadi Bojonegoro.

“Kalau HJB kita pasti libatkan semua waranggana di Bojonegoro,” tukasnya.

Kelestarian kesenian ini perlu dijaga karena langen tayub merupakan warisan budaya bangsa. Hanya saha, banyak generasi muda yang kurang tahu dan memahami hal itu.

“Sebentar lagi, kami akan buka seleksi waranggana khusus para remaja sebagai bentuk re generasi waranggana yang sudah ada selama ini,” tandasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment