Share

Disbudpar: Wisata Sumur Tua Pakai Sistem Kerjasama Dengan Perhutani

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menegaskan, keberadaan desa wisata sumur tua Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, tidak menggunakan izin pinjam pakai dengan Perhutani.

Desa wisata sumur tua yang telah dilaunching Bupati Suyoto pada bulan April 2016 lalu merupakan wilayah KPH Cepu, Jawa Tengah. “Konsep kami tidak pinjam pakai, yang ada hanya kerjasama dengan pihak-pihak yang mengembangkan pariwisata dengan Pemkab,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Amir Sahid, Selasa (11/7).

Amir menyatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah memfasilitasi pengembangan desa wisata tersebut. Sementara penerima manfaat baik pengelola, desa dan pemilik lahan yang akan meneruskan.

“Kita akan duduk bersama untuk menentukan konsep kerjasamanya antara desa, perhutani, dan pertamina. Yang jelas adanya desa wisata ini sebagai alternatif lapangan kerja selain penambangan sumur tua,” tandasnya.

Saat ini, desa wisata sumur tua Wonocolo masih dalam tahap uji coba. Karena masih membutuhkan sosialisasi sejauh mana destinasi masyarakat terkait itu.

“Pastinya ada retribusi yang masuk desa, dan masalah ini juga harus dibicarakandan dikoordinasikan lagi dengan Pertamina dan Perhutani,”tukasnya.

Sementara itu, KPH Cepu menyampaikan, kewajiban untuk mengajukan izin wisata itu ada pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Namun sampai saat ini belum ada tindakan untuk kepengurusan izin wisata wonocolo yang mempergunakan lahan milik Perhutani KPH Cepu.

“Kami masih menunggu jawaban Pemkab Bojonegoro secara resmi,” ujar Agus Lilik, Bagian Hukum dan Agraria KPH Cepu, secara terpisah.(dwi/mcb)

Leave a Comment