Share

Dishub Bojonegoro Siapkan Dry Port

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berencana akan membangun pelabuhan darat atau Dry Port untuk menyambut perkembangan industrialisasi di wilayah setempat. Dry Port itu sebagai pangkalan untuk pengangkut hasil industri.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar mengatakan, saat ini pembangunan dry port baru sebatas pembahasan. Hasil rapat yang dilakukan dengan pihak terkait pembangunan dry port rencananya akan ditempatkan di sekitar Proliman Kapas, Kecamatan Kapas. Lokasi tersebut dekat dengan Stasiun Kota Bojonegoro.

“Perlu dipertimbangkan dry port harus dekat dengan rel, karena modal angkutanya menggunakan kereta api (KA) dan dekat dengan pengendali perjalanan KA (wesel). Di Bojonegoro, antara Daop IV dan VIII wesel hanya ada di stasiun kota,” jelasnya, Senin (16/11).

Dry Port itu rencananya untuk transporter hasil industri. Mulai industri berat, seperti minyak, yang sebelumnya diangkut menggunakan truk maka jika dry port sudah bisa difungsikan maka akan diangkut menggunakan kereta api. Industri menengah misalnya, pupuk dan industri kecil seperti hasil industri rumah tangga, seperti kerajinan kayu jati.

“Sekarang masih tahap penjajakan tentang kelayakan. Apakah layak di Bojonegoro ada dry port untuk mengantisipasi dan mengapresiasi industri kedepan,” terangnya.

Dry Port rencananya akan menghubungkan antara Bojonegoro – Teluk Lamong, Surabaya, Tuban, kebarat arah pelabuhan Semarang maupun Jakarta. Setelah ada dry port diharapkan angkutan darat (truk berat) kendaraan umum tidak ada yang melintas di kota. Dry Port ini juga mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas di jalan kota.

“Mulai dari Jalan Rajekwesi, Untung Suropati, Gajah Mada itu perbandingan rasionya sudah 100% lebih. Bisa dibayangkan jika industrialisasi sudah dijalankan tidak menutup kemungkinan di Bojonegoro akan macet,” pungkasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment