Share

Dishutbun Bojonegoro Perkirakan Panen Tembakau Hampir Selesai

Bojonegoro, 6/10 (Media Center) – Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan panen tembakau di daerahnya hampir selesai dengan luas terpanen sekitar 80 persen dari luas areal tanaman tembakau musim tanam tahun ini mencapai 4.035,7 hektare.

“Panen tembakau sudah hampir selesai dan pabrikan sampai saat ini masih melakukan pembelian tembakau,” kata Kepala Dishutbun Bojonegoro Nuzulul Hudaya, kepada kanalbojonegoro, Kamis (6/10).

Akan tetapi, menurut dia, harga pembelian yang berlaku di tingkat pabrikan masih di bawah harga normal dengan alasan kualitas tanaman tembakau pada musim tanam tahun ini terganggu hujan.

Dari hasil laporan yang diterima menyebutkan sejumlah pabrikan dan pengusaha tembakau melakukan pembelian tembakau berkisar Rp23 ribu -Rp24.000 per kilogram tembakau kering.

“Seharusnya dalam kondisi normal harga tembakau kering bisa Rp25.000-Rp30.000 per kilogram. Tapi soal kualitas kami tidak bisa berpendapat lebih jauh, sebab ada di pabrikan,” tuturnya.

Meski demikian, katanya, PT Sadana Arif Nusa Ngawi (PT HM Sampoerna) yang bermitra dengan petani di sejumlah kecamatan membeli tembakau dengan harga cukup bagus terendah Rp21.000 per kilogram dan tertinggi Rp34.000 per kilogram.

“PT Sadana Arif Nusa Ngawi membeli tembakau rajangan Amil cukup bagus tidak jauh berbeda dengan harga tahun lalu,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan produksi tanaman tembakau tahun ini mulai tembakau Virginia Voor Oogst (VO), Jawa dan rajangan Amil dengan luas 4.035,7 hektare seharusnya bisa terbeli pabrikan.

Sesuai laporan yang diterima sebelumnya pabrikan dan sejumlah pengusaha akan melakukan pembelian tembakau dengan luas tanaman sekitar 7.000 hektare.

“Oleh karena itu dengan luas tanaman yang ada sekarang seharusnya produksinya bisa terbeli semua. Kami mengharapkan pabrikan bersedia melakukan pembelian semua produksi tembakau musim tanam tahun ini,” katanya menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment