Share

Diskusi Publik ‘Menuju Jaminan Kesehatan Semesta’ Digelar di Bojonegoro

Bojonegoro, Media Center  – Diskusi Publik bertajuk “Menuju jaminan kesehatan semesta” digelar di Griya Dharma Kusuma Bojonegoro Selasa (23/4/2019). Kegiatan ini membahas Capaian dan tantangan jaminan kesehatan di kabupaten Bojonegoro. acara digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) setempat dan dihadiri oleh FES Indonesia dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Acara diawali dengan pemutaran film “Enam Penjuru”, yakni sebuah film yang berkaitan dengan Kebijakan Program Jaminan Sosial Nasional. Film ini menggambarkan perjuangan petugas kesehatan dalam mensosialisasikan pentingnya mengikuti BPJS kesehatan.

Menurut  Dany Setiawan, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS wilayah Bojonegoro-Tuban, saat ini sudah ada aplikasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) digital yaitu JKN MOBILE.  Hal ini memudahkan akses kesehatan masyarakat cukup melalui Handphone.

“Saat ini berkembang pesat teknologi Android dan IOS, untuk itu kita manfaatkan guna kemudahan KIS yang bisa diakses cukup melalui aplikasi JKN Mobile dalam telepon genggam,” katanya.

Dany  juga berharap masyarakat segera menyampaikan keluhan terkait kinerja pelayanan dari rumah sakit apabila ada bentuk pembedaan atau pelanggaran pelayanan penanganan kepada pasien. Pada tahun 2018, ada dua RS di Bojonegoro yang diputus kontrak kerjasama dengan BPJS karena terbukti melakukan pelanggaran kepada pasien.

“Silahkan jika ada bentuk pelanggaran pelayanan segera melapor kepada kami untuk ditindaklanjuti,” terangnya.

Sementara itu, Timboel Siregar selaku Koordinator Advokasi BPJS Watch menjelaskan sistem BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan berbeda dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan santunan tidak mampu bekerja jika terjadi kecelakaan dan mendapatkan jaminan pensiun ketika masa kerja usai.

“BPJS menjadi hak semua peserta dan tidak ada perbedaan pelayanan dari rakyat maupun pejabat,” tegasnya. (NN)

Leave a Comment