Share

Disnakkan Bojonegoro Pantau Kesehatan Hewan Qurban

Bojonegoro, 16/8 (Media Center)- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro menyatakan bahwa hewan kurban yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro dipastikan aman dari penyakit yang bisa menular ke manusia. Salah satunya adalah penyakit TBC dan Antrak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan Bojonegoro, Suharti R Rahayu mengatakan, hasil pemeriksaan hewan kurban di Bojonegoro, tidak ditemukan hewan yang terjangkit penyakit menular ke manusia.

Seperti misalnya, pemeriksaan di lapak hewan kurban milik Kusnan. Sebanyak 44 ekor hewan qurban yang terdiri dari 40 ekor domba dan empat ekor kambing hanya ditemukan penyakit mata dan sakit di sudut bibir (berengen).

“Namun, hewan kurban yang sakit ini meskipun tidak tergolong bahaya, tetap harus dipisahkan, agar tidak menular ke hewan lain,” ujarnya, Kamis (16/8).

Hewan kurban yang sakit mata dan luka di sudut bibir itu, kata Suharti, masih aman dikonsumsi manusia. Hewan kurban yang berasal dari lokal sendiri, lanjut dia, aman dikonsumsi karena bebas antrak dan TBC.

“Kami juga memperketat penjagaan di perbatasan wilayah Bojonegoro dengan Jawa Tengah. Karena wilayah Jawa Tengah pernah ada hewan yang terjangkit antrak,” ujarnya.(*/mcb)

Leave a Comment