Share

Disnakkan Bojonegoro Periksa Kelayakan Hewan Kurban

Bojonegoro, 8/9 (Media Center) – Mengantisipasi beredarnya hewan ternak yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Unggul dan Halal, Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan pemeriksaan hewan-hewan yang diperjual belikan untuk persiapan Hari Raya Idul Adha, Kamis (8/9). Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bojonegoro, Ardiyono Purwanto yang didampingi beberapa kabid dan dokter hewan.

Titik awal pemantauan dilakukan di jalan Veteran, di tempat ini petugas langsung melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dijual. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan serta layak tidaknya hewan tersebut menjadi hewan kurban.

“Setelah memeriksa, jika ada yang sedang sakit ringan seperti sakit mata akan diberikan salep dan obat,” terang Ardiyono.

Di sela-sela pemeriksaan, Ardiyono menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan ini merupakan agenda rutin setiap menjelang Idul Adha. Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan ini adalah hewan yang sehat dan tidak berbahaya bagi manusia ketika dikjonsumsi.

“Kalau ditemukan kurang sehat atau tidak memenuhi syarat, hewan akan diberi tanda dengan cat semprot,” lanjutnya.

Sementara itu, Aguk salah satu pedagang kambingmengaku bahwa dirinya sudah sepekan ini menjual hewan kurban. Di lapaknya, ada sekitar 60an kambing dan domba yang disediakan dengan harga yang bervariatif mulai 2 juta hingga 2,6 juta rupiah.

“Harga kambing ini sesuai ukuran dan jenis kambing, untuk harga kambing krikil memang lebih murah,” imbuhnya.

Aguk menyatakan bahwa jika dibandingkan tahun lalu penjualan ditahun ini lebih sepi. Menurutnya, hal ini karena banyak yang memilih berkurban dengan sapi atau banyak yang mengadakan arisan hewan kurban utamanya sapi.(mcb/humas)

Leave a Comment