Share

Disnakkan Bojonegoro Terapkan Biosecurity Untuk Lindungi Unggas

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menerapkan prinsip biosecuriti pada peternakan unggas komersial skala kecil atau menengah.

“Selama ini biosekuriti hanya diterapkan pada perusahaan peternakan yang besar,” kata Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) Indra Firmansyah, Senin (29/2).

Dia mengatakan, biosecurity merupakan program untuk melindungi hewan agar meminimalisir risiko tertularnya penyakit infeksi dan memutus rantai penyebaran penyakit.

“Penyakit pada unggas sebenarnya berasal dari manusia, yakni dari benda yang terkontaminasi,” imbuhnya.

Dia menyampaikan, pada peternakan ayam, misalnya, penerapan biosecuriti ini ada tiga zona lingkungan. Diantaranya,  zona hijau, kuning, dan merah.

“Pada zona hijau di area kandang ayam, hanya pekerja kandang dan alat penting tertentu yang bisa masuk. Sedangkan, pada zona kuning sama dengan zona antara zona merah yang kotor dan zona hijau yang bersih seperti ruang kantor, gudang pakan, rak telur yang sudah bersih,” jelasnya.

Sementara untuk zona merah, merupakan zona kotor seperti di luar pagar peternakan yang terkontaminasi agen penyakit, penyimpanan kotoran ayam yang akan diproses dan parkiran sepeda motor.

“Dengan penerapan biosecurity ini, maka para peternak bisa menghindarkan unggasnya dari bahaya penyakit,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment