Share

Disperindag Belum Lakukan Sidak

Bojonegoro (Media Center) – Larangan penjualan minuman beralkohol mulai diberlakukan pada 16 April 2015 lalu. Meski sudah diberlakukan, namun pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro mengaku belum melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan tak ada toko maupun swalayan yang masih menjual minuman beralkohol.

“Minggu depan kita cek di lapangan,” terang Basuki, Kepala Disperindag saat dikonfirmasi kanalbojonegoro.com, Sabtu (18/4/2015).

Ia mengatakan, pihaknya akan menarik minuman beralkohol jika penjual masih men-display dan menjual minuman beralkohol. Terutama di sejumlah minimarket dan swalayan, minuman beralkohol ditata dalam lemari pendingin dan bercampur dengan minuman non-alkohol lainnya.

“Kalau masih ada ya kita tarik, tidah boleh dijual,” lanjut mantan Kabag Kesra Pemkab Bojonegoro ini.

Kebijakan larangan penjualan minuman non alkohol ini mulai disosialisasikan beberapa bulan terakhir. Sosialisasi ini bertujuan agar pengelola toko maupun swalayan bisa menghabiskan stok yang ada dan meminimalisir kerugian dari barang yang tak terjual.

Selain itu, beberapa swalayan yang kerap kali men-display minuman beralkohol bercampur dengan minuman non-alkohol bisa memisahkan minuman ini dan menyeleksi pembeli dengan cara menunjukkan Kartu Tanda Penduduk sebelum penetapan larangan penjualan pada 16 April lalu. (lya/*acw)

Leave a Comment