Share

Disperindag: Bojonegoro Mampu Cukupi Kebutuhan Daging Sapi

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan Bojonegoro selama ini mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat dari stok sapi lokal, bahkan mampu mensuplai kebutuhan daging sapi luar daerah.

“Produksi daging sapi di daerah kami selalu berlebih setiap tahunnya, dan kelebihannya dipasok keluar daerah. Berarti kita selama ini sudah swasembada daging sapi,” kata Kepala Disperindag Bojonegoro Basuki, Jumat (14/8).

Sesuai data, katanya, produksi daging sapi di daerahnya rata-rata mencapai 4.218 ton/tahun, lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan daging sapi untuk konsumsi masyarakat lokal, yang hanya 1.324 ton/tahun.

“Produksi daging sapi setiap tahunnya itu, berasal dari sapi hasil penyembelihan jagal sapi, juga penyembelihan ketika hari Raya Idul Adha,” jelas dia.

Oleh karena itu, menurut dia, berlebihnya produksi daging sapi di daerahnya itu, menjadikan harga daging sapi akhir-akhir ini stabil sekitar Rp95 ribu/kilogram.

“Stabilnya harga daging sapi tidak lepas dari ketersediaan stok sapi yang mencukupi,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Soemarsono, menambahkan.

Menurut dia, kalau saja stok sapi di daerahnya sedikit, akan memicu naiknya harga daging sapi, sebagaimana yang terjadi di Jakarta.

Ia memperkirakan penyembelihan sapi untuk konsumsi masyarakat di tiga rumah pemotongan hewan (RPH) di daerahnya, rata-rata ada sekitar 20 ekor sapi/hari.

“Jumlah populasi sapi di daerah kami sekitar 172 ribu ekor, di antaranya, 2 persen sapi betina,” tambahnya.

Dengan demikian, menurut dia, populasi sapi di daerahnya mampu dipertahankan, bahkan bisa meningkat, meskipun ada pedagang yang melakukan pembelian sapi untuk dikirim keluar daerah.

“Di sejumlah pos pemantau hewan yang ada, selalu dijaga agar sapi betina produktif atau hamil tidak dijual dan dibawa keluar daerah,” jelasnya. (sa/mcb).

Leave a Comment