Share

Disperindag Bojonegoro Minta Kenaikan Daging Terjangkau

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta pedagang tidak terlalu menaikkan harga daging sapi terlalu tinggi agar masih tetap bisa terjangkau masyarakat.

“Kami minta pedagang tidak menaikkan harga daging sapi terlalu tinggi agar harganya masih terjangkau masyarakat,” kata Kepala Disperindag Bojonegoro Basuki, Selasa (19/7).

Ia menjelaskan kenaikan harga daging sapi dipicu berkurangnya stok sapi di peternak yang disebabkan meningkatnya kebutuhan daging sapi selama Idul Fitri yang lalu.

Ketua Asosiasi Jagal/Pedagang Sapi Bojonegoro Mukayan menjelaskan pedagang daging sapi yang menjadi anggotanya sepakat menaikan harga daging sapi dari berkisar Rp95.000-Rp98.000 per kilogram menjadi Rp98.000-Rp101.000 per kilogram.

“Pedagang sepakat menaikan harga daging sapi pekan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan harga daging sapi yang berlaku sekarang sudah tidak bisa dipertahankan lagi, karena adanya kenaikan harga daging sapi hidup atau karkas dari Rp89.000-Rp92.000 per kilogram sejak awal Puasa Ramadhan.

“Pedagang sapi kesulitan memperoleh sapi, selain harga di peternak juga naik sekitar Rp1 juta per ekor,” ucapnya.

Ia menyebutkan pedagang yang tergabung di dalam asosiasi dengan jumlah 18 jagal sapi dan ratusan pedagang.

“Kenaikan harga daging sapi sekitar Rp3.000 per kilogram itu untuk keuntungan pedagang daging sapi sudah minim,” katanya.

Data di Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menyebutkan populasi sapi di daerah setempat sekitar 172.000 ekor, di antaranya 60 persennya sapi betina. (*/mcb)

Leave a Comment