Share

Disperindag Bojonegoro Pantau Peredaran Daging Babi Hutan

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai memperketat pengawasan penjualan daging di sejumlah pasar tradisional setelah kepolisian resor (polres) menangkap seorang pedagang yang membawa daging babi hutan (celeng) sebanyak 220 kilogram, Minggu (23/8).

“Kami sudah memerintahkan petugas Disperindag dan PD Pasar untuk melakukan pengecekan,” ujar Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki, Senin (24/8).

Ia mengaku sudah menginstruksikan Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan seluruh kepala pasar melakukan pengecekan rutin ke pedagang daging. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penjualan daging celeng ataupun yang dicampur dengan daging sapi.

“Sambil menunggu kepastian dari kawan-kawan kepolisian tentang hasil penyelidikan masalah ini (daging oplosan). Secara internal dengan PD Pasar, kami akan perkuat pengawasan,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, pihaknya belum menemukan daging oplosan antara daging celeng dengan daging sapi beredar di pasar tradisional Bojonegoro. Hal ini diketahuinya lantaran setiap pagi, petugas Disperindag dan petugas pasar melakukan pengecekan hingga survey harga.

“Sampai saat ini belum ditemukan ada daging celeng di pasar,” terangnya.

Seperti diketahui, sebelumnya anggota Polres Bojonegoro menyita 220 kilogram daging celeng yang diangkut pikap warna hitam nomor polisi AE 8705 KD di Jalan Raya Padangan-Cepu, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (23/08) sekitar pukul 01.00 wib.(*mcb)

Leave a Comment