Share

Disperta: Bawang Merah Bojonegoro Bisa Capai 10.000 Hektare

Bojonegoro (Media Center) – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Akhmad Djupari menyebutkan tanaman bawang merah yang bisa dikembangkan di daerahnya bisa mencapai 10.000 hektare disebabkan tidak semua tanah bisa ditanami bawang merah.

“Tanaman bawang merah hanya bisa ditanam di atas tanah jenis tertentu yang memiliki kemiringan agar  kalau hujan air dengan mudah mengalir,” katanya, Kamis.

Oleh karena itu, katanya, tanaman bawang merah lebih cocok di tanam di wilayah selatan, seperti di Desa Nduwel, Kecamatan Kedungadem, sejumlah desa di Kecamatan Kepohbaru dan di Kecamatan Temayang yang saat ini luasnya berkisar 1.350-1.500 hektare.

“Meskipun harga bawang merah jatuh masih tetap menguntungkan petani dibandingkan dengan tanaman tembakau. Pengalaman selama ini harga bawang merah rata-rata berkisar Rp15.000-Rp17.000/kilogram,” katanya, menegaskan.

“Petani bawang merah bisa panen dua kali dalam setahun dengan produksi rata-rata 15-17 ton/hektare,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan mengenai rencana pengembangan tanaman bawang merah, ia menjelaskan pemkab akan memberikan kemudahan kepada para petani untuk mengajukan pinjaman melalui Bank Jatim dengan bunga rendah.

“Kami sudah memberikan informasi langsung kepada petani bawang merah di Kecamatan Kedungadem untuk pengembangan tanaman bawang merah bisa mengajukan pinjaman ke Bank Jatim dengan bunga rendah,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro Kusnandaka Tjatur.

Ia menambahkan pengembangan tanaman bawang merah merupakan salah satu prototipe tanaman yang akan dikembangkan untuk menunjang Bojonegoro sebagai lumbung pangan nasional.

Pemkab menjadwalkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa akan meresmikan “Cyber Extention” di daerahnya  yang akan dipusatkan di Desa Nduwel, Kecamatan Kedungadem, pada 6 Januari. (samcb)

Leave a Comment