Share

Disperta Bojonegoro Imbau Petani Berantas Hama Dengan Agen Hayati

Bojonegoro, 11/1 (Media Center) – Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengimbau para petani untuk melakukan penanggulangan hama pada tanaman padi dengan cara ramah lingkungan.

“Yaitu dengan agen hayati atau yang ramah lingkungan, tidak langsung menggunakan pestisida atau insektisida,” ujar Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Disperta Bojonegoro, Zaenal Fanani, kepada kanalbojonegoro.com, Rabu (11/1).

Sejak sepekan dalam bulan Januari 2017 ini, Disperta mencatat, telah banyak terjadi serangan hama wereng dan penyakit tanaman.

Serangan hama wereng terjadi di Kecamatan Sukosewu pada lahan pertanian seluas 155 Ha, Kecamatan Ngraho menyerang seluas 620 Ha. Di Kecamatan Dander seluas 31 Ha, dan Sumberrejo seluas 4 Ha.

“Sementara di Kecamatan Padangan terjadi serangan hama pyricularia pada lahan pertanian seluas 5 hektar,” imbuhnya.

Serangan hama wereng juga melanda Kecamatan Kapas pada lahan pertanian seluas 320 Ha dengan hama pyricularia seluas 25 Ha dan Santomonas seluas 5 Ha.

Di Kecamatan Ngasem serangan hama wereng menyerang lahan pertanian seluas 100 Ha.

“Total serangan wereng seluas 1.230 Ha, serangan pyricularia seluas 30 Ha, dan Santomonas seluas 5 Ha,” tandasnya.

Penanggulangan serangan hama dan penyakit telah dilakukan oleh Dinas Pertanian dengan bantuan pestisida dan insektisida ke wilayah-wilayah tersebut.

“Tapi kami menghimbau petani melakukan langkah awal tadi, yakni ramah lingkungan,” pungkasnya.

Pengendalian hama menggunakan agen hayati bisa dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme, baik yang terjadi secara alami seperti bakteri, cendawan, virus dan protozoa, maupun hasil rekayasa genetik yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Termasuk juga organisme yang dapat berkembang biak sendiri seperti parasitoid, predator, parasit, artropoda pemakan tumbuhan, dan patogen.(dwi/mcb)

Leave a Comment