Share

Disperta Bojonegoro Tambah Kuota Pupuk Bersubsidi

Bojonegoro (Media Center) – Kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2016 ini diprediksikan mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan menambah kuota untuk para petani.

“Kami akan menambah kuota, karena ada kenaikan dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Disperta, Ahmad Djupari, Sabtu (23/4).

Dia menjelaskan, pada tahun 2016 ini, pupuk jenis Urea mendapat jatah alokasi sebanyak 54,922 ton dari RDKK 76,075 ton, jenis ZA jatah 20,838 ton dari RDKK 37,049 ton, jenis SP 36 jatah 15,317 dari RDKK 32, 987 ton, jenis NPK jatah 37,432 ton dari RDKK 93,584 ton dan pupuk jenis Petroganik 25,511 ton dari RDKK 158,352 ton.

Jumlah diatas meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 untuk pupuk jenis Urea jatah alokasi sebanyak 53,928 ton dari RDKK 83,377 ton, jenis ZA jatah 18,837 ton dari RDKK 32,535 ton, jenis SP 36 jatah 14,640 dari RDKK 31,026 ton, jenis NPK jatah 38,152 ton dari RDKK 93,078 ton dan pupuk jenis Petroganik 25,481 ton dari RDKK 151,173 ton.

Sementara itu, Sales Supervisior PT Petrokimia Gresik, Suprapto, mengimbau seluruh pemilik kios maupun distributor resmi pupuk untuk terus melakukan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai payung hukum yang berlaku.

“Kalau ada yang melanggar langsung ditindak tegas, dan kontraknya akan langsung kita putuskan,” ungkapnya.

Sesuai ketentuan, 1 desa adalah 1 kios sehingga jika ditotal keseluruhan Bojonegoro harus mempunyai 419 kios. Satu kios penyaluran pupuk tersebut mampu melayani 100 hektare sawah.

Pihaknya menyampaikan, untuk harga eceran tertinggi diantaranya Urea Rp1.800/Kg, Rp90.000/karung, ZA Rp1.700/Kg, Rp70.000/Kg, SP 26 Rp2.000/Kg, Rp100.000/karung, Phonska Rp2.300/Kg, Rp115.000/Kg, dan Petroganik Rp500/Kg, Rp20.000/karung.(dwi/mcb)

Leave a Comment