Share

Ditebari Benih Ikan, Embungpun Jadi Tempat Mancing Favorit

Bojonegoro (Media Center) – Puluhan orang berjejer di sebuah embung yang ada tak jauh dari gapura Desa Duwel, Kedungadem, Bojonegoro. Mereka adalah warga setempat dan dari desa tetangga yang menghabiskan sore dengan memancing.

“Sebelum musim penghujan, sudah ditebari benih ikan,” ujar Syuaib. Jadilah embung-embung yang saat musim kemarau menjadi penyokong kebutuhan air, namun saat musim penghujan menjadi tempat budidaya ikan sekaligus tempat rekreasi yang menjadi tujuan warga setempat.

Menurut Syuaib, hingga saat ini para pemancing di embung tidak ditarik biaya seperti halnya yang berlaku di kolam-kolam pancing umumnya. “Ya tidak bayar, bebas asal wajar,” jelasnya.

Kolam pancing dadakan itu, menurut Tarno, warga Desa Duwel, Kedungadem, berisi ikan-ikan yang memang bisa dikonsumsi. “Ada nila, tawes, mujair. Yang paling banyak dipancing adalah ikan nila,” terangnya.
Kedungadem sendiri termasuk wilayah prioritas pembangunan embung yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Dalam programnya, Pemkab Bojonegoro menargetkan bakal membangun 1.000 embung hingga 4 tahun ke depan.

Data dari Dinas Pengairan Bojonegoro, awal tahun ini, Pemkab Bojonegoro telah berhasil membangun sekitar 100 unit embung di wilayah yang selalu mengalami krisis air saat musim kemarau. Diantaranya adalah di Kecamatan Tambakrejo, Dander, Sukosewu, Temayang, Sekar, Kedungadem, Kepohbaru, Ngambon, dan sebagian di Ngasem.

Di Kedungadem sendiri, yang merupakan sentra bawang merah, lahan warga tidak terlalu membutuhkan air seperti lahan-lahan padi. “Kalau bawang merah tidak boleh terlalu basah saat musim hujan, tapi juga tidak boleh kekurangan air saat musim kemarau,” tambahnya.

Keberadaan sejumlah embung, dirasa sangat membantu, meskipun sedang musim penghujan, kondisi geografis lahan pertanian yang mempunyai kemiringan cukup, akhirnya membuat air hujan mengalir cukup lancar. “Kalau yang dari sini, airnya akan jatuh ke bawah dan ditangkap embung yang sekarang jadi kolam pancing itu,” terangnya.

Sementara itu, saat musim kemarau tiba, embung lain yang berada di atas lahan milik Tarno, menjadi salah satu penyuplai kebutuhan air untuk lahan bawang merahnya. “Selain itu, kami juga punya sumur yang juga menyimpan air saat musim hujan ini,” pungkasnya. (ramcb)

Leave a Comment