Share

DLH Bojonegoro: Butuh Setahun Untuk Pulihkan Lahan Sekitar Semburan Lumpur

Bojonegoro, 1/3 (Media Center) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, semburan lumpur panas di Dusun Kramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, hingga kini belum berhenti.

Semburan tersebut berdampak pada sekitar setengah hektar lahan pertanian dengan kondisi yang rusak. Tanaman padi yang sudah berbulir itu kering kemudian rusak akibat luberan lumpur.

“Untuk mengembalikan kondisi tanah agar kembali subur maka butuh proses yang panjang,” ujar Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah, Rabu (1/3).

Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi tanah tersebut, kurang lebih satu tahun agar menjadi subur kembali. Karena, kerusakan tanah disebabkan karena lumpur yang keluar dari perut bumi itu mengandung Total Suspended Solid (TSS) atau Zat Padat Tersuspensi dan Total Disolved Solid (TDS) atau Zat Padat Terlarut sehingga oksigen tidak bisa masuk karena pori-pori tanah tertutup.

“Kami sudah meminta pemilik lahan agar menutup lumpur yang menggenangi sawah dengan jerami agar bisa kembali menyerap air dan menghasilkan mikroba,” imbuhnya.

Nurul mengatakan, dalam kurun waktu sekitar satu tahun, tanah akan kembali pulih karena proses penyerapan jerami cepat.

Namun, pemulihan tanah itu untuk saat ini belum bisa dilakukan karena semburan lumpur masih keluar, meskipun volumenya sudah mengecil. Saat ini titik semburan berjumlah enam titik.(dwi/mcb)

Leave a Comment