Share

DLH Mulai Lakukan Penilaian Gerbang Bojonegoro Bersinar

Bojonegoro, 8/10 (Media Center) – Gerakan Bangga Bojonegoro Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi (Gerbang Bojonegoro Bersinar) saat ini telah memasuki tahap penilaian pertama yang dilakukan di 28 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro. Hari ini, senin (8/10) penilaian dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Ngraho, Tambakrejo dan Margomulyo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah melalui Sekretaris DLH Mahmudi menjelaskan, penilaian dilakukan di titik yang telah ditentukan yakni di kantor kecamatan, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta lingkungan Rukun Tetangga (RT) yang telah ditunjuk oleh kecamatan untuk mengikuti Gerbang Bojonegoro Bersinar 2018.

“Yang dinilai ada beberapa item, kebersihan, keindahan, keteduhan, pemanfaatan pekarangan, penanaman bugenvil terutama di gapura pintu masuk, pembentukan bank sampah, inovasi lingkungan semisal pembuatan biopori, sumur resapan dan lain-lain,” terangnya saat mengunjungi kanalbojonegoro.com, Senin (8/10).

Tahap penilaian dilakukan dua kali yakni tahap awal penilaian umum dan akan dipilih beberapa yang terbaik untuk dilakukan tahap kedua yakni verifikasi.

“Dari penilaian pertama akan diambil masing-masing enam SD, SMP dan SMA terbaik dan tiga kecamatan terbaik,” lanjutnya.

Kegiatan Gerbang Bojonegoro Bersinar telah dilakukan sejak 2013. Tujuannya, untuk mengangkat kesadaran masyarakat tentang kelestarian lingkungan.

“Kalau di tingkat kabupaten ada Adipura dan harapannya di tingkat kecamatan dan desa Gerbang Bojonegoro Bersinar ini dianalogikan menjadi Adipura,” imbuhnya.

Setelah dilakukan penilaian, pengumuman akan dilakukan sekitar November atau Desember. Pihak DLH mengungkapkan, penilaian harus selesai dalam bulan Oktober dan pihaknya mengimbau agar peserta tak perlu menggelar seremonial penyambutan tim penilaia yang datang.

“Selain untuk menjaga netralitas, agar penilaian lebih berjalan efisien dalam waktu dan anggaran para peserta,” ujar Mahmudi, pria yang juga pernah membidani munculnya Wisata Atas Angin Sekar ini, menjelaskan.

Mahmudi menambahkan, ada poin khusus dalam penilaian yakni penanaman bunga bugenvil yang masuk dalam poin penilaian. Hal ini mengingat Bojonegoro termasuk kawasan bersuhu panas dan bugenvil masih tumbuh bagus, indah dan nantinya akan menjadi ikon pintu masuk gapura kantor, sekolah, jalan atau gang masuk lingkungan RT atau desa di Kabupaten Bojonegoro.

“Beberapa waktu lalu, ibu Nurul Azizah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang sekarang menjadi kepala DLH mencanangkan program Shodaqoh Pohon telah sukses menanam bugenvil di sepanjang jalan raya Babat-Bojonegoro-Padangan yang saat ini tumbuh subur, tampak indah dan menawan”.(*lya/mcb)

Leave a Comment