Share

DPRD Bojonegoro Gelar FGD Raperda Sumur Tua

Bojonegoro (Media Center) – Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar forum discussion group (FGD) Raperda pengusahaan minyak bumi pada sumur tua di Kecamatan Kedewan, Selasa (02/09/2015).

Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, mengatakan, ada beberapa point penting dalam forum yang dihadiri oleh penambang, Pertamina EP Asset IV, Muspika, dan eksekutif. Diantaranya, usulan adanya tambahan lembaga yang mengelola sumur tua. Dari awalnya hanya KUD dan BUMD, akan ditambahkan Paguyuban dan BUMDes.

“Pemberian program tanggung jawab sosial perusahaan untuk masyarakat seperti perbaikan jalan, fasilitas olahraga dan kesehatan,” tukasnya.

Selain itu, adanya kewenangan yang jelas untuk pengawasan dan pembinaan di sumur tua. Semua itu, kata Anam, akan dirangkum dan dimasukkan kedalam tim perumus perda untuk dikonsultasikan ke pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Kasi Pertambangan Migas, Dinas ESDM, Dadang Aris, mengatakan, hampir semua pasal di dalam raperda sumur tua tersebut isinya sama dengan Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2008 tentang sumur tua.

“Lagipula, disalah satu pasal berbenturan dengan Undang-undang No 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan  daerah. Kami sudah memberi masukan, dan semoga dijadikan revisi nantinya,” pungkas Aris.(dwi/*mcb)

Leave a Comment