Share

DPRD Bojonegoro Harapkan Berita Keterbukaan Pembangunan

Bojonegoro (Media Center) – Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, Anam Warsito mengharapkan pemberitaan keterbukaan pembangunan bisa menjadi “positif news” atau hal baru, yang mampu mengispirasi banyak pihak.

“Produk sebuah berita di era dulu kalau mampu menekan Pemerintah adalah yang menarik. Tapi, di era sekarang hal itu sudah tidak berlaku lagi,” katanya, di Bojonegoro, Rabu (28/10).

Ia menyampaikan hal itu, dalam diskusi dengan jajaran Kominfo, forum radio, TV, kelompok informasi masyarakat (KIM), relawan teknologi informasi dan komunikasi (RTIK) dan blogger di daerah setempat.

Menurut dia, berita yang menarik di era sekarang ini yaitu berita yang mampu menumbuhkan optimistis di kalangan masyarakat.

“Misalnya, keberhasilan usaha seseorang akan menumbuhkan optimistis di kalangan masyarakat lainnya, yang semula pesimis,” katanya, menegaskan.
“Kalau orang itu bisa, ya, saya harus juga bisa,” tambahnya, menegaskan.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan sebuah berita akan mampu membangun “image” di kalangan masyarakat. Ia mencontohkan pemberitaan yang dilakukan secara terus meneruskan terkait gerakan cinta lingkungan di Rembang, Jawa Tengah, dengan tanaman mangrove, yang mampu dikenal masyarakat luar negeri.

Lainnya, juga “Jember Fashion Carnaval” (JFC), yang mampu diliput ratusan wartawan Internasional.

“Acara itu tidak hanya sekedar karnaval, tapi semacam fashion show di jalan,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, keberadaan media masa yang tergabung di dalam forum radio, TV, RTIK, juga blogger akan mampu membawa Bojonegoro dikenal masyarakat luas, sepanjang ada kesamaan dalam cara pandang pemberitaan.

“Acara forum diskusi yang sekarang digelar di kuliner belut bakar ini juga suatu cara mengenalkan daerah ke masyarakat luar,” ucapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, menjelaskan forum diskusi yang digelar ini tak hendak mempengaruhi media masa dalam pemberitaan, juga bisnisnya.

Namun, ia mengharapkan media masa, seperti radio, juga yang lainnya, justru bisa berkembang lebih baik tidak hanya sebatas menyampaikan berita.

Ia mencontohkan SPBU sekarang ini tidak hanya menjual BBM, tapi juga memiliki “mini market”, tempat istirahat, mushala, juga yang lainnya.

“Yang penting efek keberadaan media massa di daerah harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya, menegaskan (*/mcb)

Leave a Comment