Share

DPRD Bojonegoro Minta BUMD Siapkan Pembinaan Penambang Tradisional

Bojonegoro 25/2 (Media Center) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, mengingatkan beberapa hal kepada PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, jika nantinya mengelola sumur minyak tua di Lapangan Wonocolo.

Salah satunya adalah untuk mengatasi permasalahan pada para penambang minyak tradisional yang saat ini mengelola sumur tua.

“BUMD mesti menyiapkan konsep pembinaan tehadap para penambang tradisional supaya dalam melakukan kegiatannya dapat meminimalisir resiko pencemaran lingkungan hidup,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro, Doni Bayu Setiyawan, Sabtu (25/2).

Menurut Doni beberapa hal yang harus diperhatikan BUMD Bojonegoro adalah harus mampu berkomunikasi secara baik dengan para penambang, memberikan solusi mengenai persoalan sumur tua, dan melakukan pemetaan sosial secara seksama.

“Sehingga jangan sampai keputusan yang diambil nanti justru malah menimbulkan masalah baru,” pesannya.

Sebagaimana Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No 1/2008 tentang Pedoman Pengusahaan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, BUMD Bojonegoro harus mampu menjadi payung bagi para penambang tradisional yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan penambangan sumur tua ini.

“Prinsipnya kita mendukung BUMD mengelola sumur tua,”

Untuk diketahui, terjadinya tambang, pengolahan dan penjualan minyak secara ilegal di sumur minyak tua selama ini telah merusak lingkungan dan merugikan daerah serta negara. Untuk meminamilisir kejadian tersebut, sumur minyak tua sekarang ini telah dijadikan sebagai obyek wisata penambangan minyak tradisional.(dwi/mcb)

Leave a Comment