Share

DPRD Bojonegoro Minta Pemkab Optimalkan PAD Non Migas

Bojonegoro, 5/12 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengestimasikan pencapaian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2017 mengalami penurunan 9,35 persen dibanding 2016.

Dengan kondisi tersebut, DPRD Kabupaten Bojonegoro mengharap, pihak eksekutif segera melakukan evaluasi capaian pendapatan PAD, efisiensi Anggaran belanja, dan optimalisasi pemasukan non Migas dengan membuat terobosan-terobosan kegiatan yang inovatif.

“Sehingga bisa merangsang timbulnya sumber-sumber PAD yang baru,”ujar Ketua Komisi B, Sigit Kusharianto, Senin (5/12).

Seperti diketahui, pada pembahasan KUA dan PPAS tahun anggaran 2017, pada sisi pendapatan APBD 2017 diestimasikan  mencapai Rp3.036.888.070.008, sementara target Pendapatan Asli Daerah apabila dibandingkan dengan APBD Induk 2016 mengalami peningkatan 13,11 %, yaitu dari Rp290 miliar ditargetkan menjadi sebesar  Rp329 miliar.

Sementara sisi belanja daerah, total belanja daerah dalam  APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2017 diprediksikan mencapai Rp3.738.845.374.008 atau mengalami penurunan sebesar 17,67 % dibanding  Rencana Belanja dalam APBD 2016 setelah perubahan yang mencapai Rp3.646.185.769.798.094.

Selain itu,  terkait dengan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH migas) yang mengalami penurunan signifikan, pada sisi belanja harus dilakukan penyesuaian, tidak over loud dan proporsional.(dwi/mcb)

Leave a Comment