Share

DPRD Bojonegoro Minta Pertamina EP Koordinir Penambang Sumur Tua

Bojonegoro, 21/11 (Media Center) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Pertamina EP Asset IV Field Cepu untuk mengakomodir para penambang di 30 titik sumur Distrik Kawengan pasca dilakukan penertiban.

“Ya, mau bagaimana lagi. Memang aturannya begitu, semua sumur ilegal harus ditertibkan,” ujar Wakil Ketua DPRD, Sukur Prianto, Senin (21/11).

Meski demikian, Pertamina EP Asset IV Field Cepu harus mengakomodir penambang, setelah semua sumur diambil alih dengan memberikan pelatihan kewirausahaan.

“Jadi tidak lepas tangan begitu saja,” imbuhnya.

Sukur mendukung langkah Pertamina menertibkan sumur tua baik itu penyulingan ilegal, penambangan sumur ilegal, penjualan minyak ilegal melalui perengkek. Akan tetapi, tidak melupakan menyelesaikan permasalahan sosial.

“Jangan sampai para penambang yang sudah tidak lagi menambang sumur tidak memiliki pekerjaan,” tandasnya.

Kerjasama Operasi (KSO) milik Pertamina EP, PT GCI terus menggelar sosialisasi secara bertahap. Sosialisasi tersebut terkait penertiban di 20 sumur KW diantaranya 08, 73, 82, 89, 118, P15, dan PHz 05.

Salah satu penambang, Larianto, menyatakan, satu buah sumur ditambang oleh kurang lebih 30 orang. Namun, selama ini tidak ada kepedulian dari pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) kepada masyarakat sekitar.

“Kami minta kepeduliannya, jangan sampai setelah penertiban, para penambang kehilangan mata pencaharian,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment