Share

DPRD Bojonegoro Rekomendasikan Penambang Beraktivitas Kembali

Bojonegoro, 9/12 (Media Center) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Kerjasama Operasi (KSO) PT Geo Cepu Indonesia (GCI) untuk tidak mengusir para penambang sumur tua di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.

“Mereka sudah melayangkan surat peringatan. Hal itu tidak boleh sebenarnya. Karena yang berhak melakukan penertiban adalah penegak hukum,” ujar ketua Komisi B, Sigit Kusharianto usai menggelar hearing terkait sumur tua, Jumat (9/12).

Dalam rapat tersebut, baik Komisi A dan B telah merekomendasikan kepada para penambang agar beraktivitas kembali sampai dilakukan rapat lanjutan pekan mendatang.

“Hari ini seharusnya selesai semua. Tapi yang datang dari PT GCI hanya staf biasa dan tidak bisa mengambil kebijakan,” ujarnya.

Menurit Sigit, sikap PT GCI ini telah meremehkan instansi pemerintahan karena tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu baik dengan Pemkab, Pertamina EP maupun DPRD.

Sementara itu, salah satu penambang Sukir, menyatakan, dengan pengambilan paksa sumur KW 81 ini otomatis akan membuat para penambang kehilangan mata pencaharian.

“Harus ada solusi, jangan asal usir saja,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment