Share

DPRD Bojonegoro Sesalkan Pertamina Ekspor Minyak Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyesalkan rencana Pertamina yang akan mengekspor minyak mentah yang menjadi jatah daerahnya dalam penyertaan modal (participating inteterest) minyak Blok Cepu.

“Kami sangat menyesalkan kalau memang benar Pertamina akan mengekspor minyak mentah yang menjadi jatah daerah penghasil Bojonegoro, melalui badan kerja sama (BKS) penyertaan minyak Blok Cepu,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, Sabtu (5/12).

Ia mengaku menerima dokumen rencana Pertamina akan mengeskspor minyak mentah yang menjadi jatah BKS yang di dalamnya Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Blora dan Provinsi Jawa Tengah, untuk triwulan I pada 2016.

Di dalam dokumen itu, lanjut dia, Pertamina mengeskspor minyak, disebabkan kapasitas kilang di Indonesia hanya mampu mengolah minyak mentah 2,2 juta barel per bulan.

Tapi, lanjut dia, Pertamina sudah ada kerja sama dalam mengimpor minyak mentah dari luar negeri, yang tidak bisa dihentikan sepihak.

Oleh karena itu, katanya, produksi minyak dalam negeri dan impor minyak berlebih, dibandingkan kapasitas kilang di Indonesia, maka kelebihan minyak harus di ekspor.

Masih dalam dokumen itu, lanjut dia, jumlah minyak yang menjadi jatah BKS, yang diekspor sebesar 600 ribu barel dalam tiga bulan.

Padahal, menurut dia, daerah melalui PT Bangkit Bangun Sarana (BBS), BUMD pemkab akan mendirikan kilang minyak, yang hanya membutuhkan 10 ribu barel per hari.

“Karena Pertamina merencanakan mengekspor minyak mentah, maka rencana pendirian kilang minyak di daerah menjadi terhambat,” katanya, menegaskan.

Yang jelas, menurut dia, keberadaan kilang minyak di daerahnya yang akan didirikan bekerja sama dengan investor itu, akan membawa “multiplier effect”.

“Pengaruhnya akan menciptakan lapangan pekerjaannya, juga mendorong berbagai perekonomian di masyarakat,” ucapnya.

Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) BUMD Pemkab Bojonegoro Ganesha Asykari, membenarkan rencana Pertamina, yang akan mengekspor minyak pada triwulan I pada 2016.

“Baru rencana, tapi ekspor minyak mentah belum berjalan,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment