Share

DPRD Bojonegoro Siapkan Raperda Untuk Tangani HIV/AIDS

Bojonegoro, 6/12 (Media Center) – Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, saat ini Bojonegoro dalam status darurat HIV/AIDS dan membutuhkan penanggulangan secara serius.

Anggota Komisi C, Khoirul Anam, mengatakan, saat ini DPRD tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah (raperda) HIV/AIDS agar masyarakat Bojonegoro terhindar dari penyakit mematikan ini.

“Jangan sampai, virus ini semakin menyebar tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah,” tukasnya, Senin (5/12).

Politisi asal Partai Persatuan Pembangunan ini menyatakan, terakhir kali Satpol PP menangkap pekerja seks komersial atau PSK yang ternyata semuanya terjangkit HIV/AIDS. Mereka rata-rata berusia 22-25 tahun.

“Sebelumnya ada 59 orang yang tertangkap dan terindikasi HIV/AIDS. ini menjadi keprihatinan kita semua,” pungkasnya.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Bojonegoro, dalam kurun waktu Januari sampai dengan Agustus 2016 terdapat 143 penderita HIV/AIDS baru di Bojonegoro. Dan 19 diantaranya meninggal dunia.

Dari jumlah143 ODHA baru ini, 124 masih hidup. Yang mengejutkan adalah 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro terdapat penderita HIV AIDS. Yang tertinggi adalah Kecaamatan Kapas dengan 15 ODHA, disusul Kecamatan Dander dengan 12 ODHA dan Kecamatan Ngasem dengan 11 ODHA.

Untuk tahun 2015 lalu jumlah penderita HIV AIDS di Bojonegoro terdapat 186 penderita baru, 25 orang meninggal dunia dan 161 masih hidup.

Tahun 2014 terdapat 132 penderita baru HIV AIDS 95 orang hidup dan 37 orang penderita HIV AIDS meninggal dunia. Secara umum jumlah penderita HIV AIDS di Bojonegoro mencapai 5000 orang namun baru 817 yang terdeteksi.(dwi/mcb)

Leave a Comment