Share

DPRD Bojonegoro Tanyakan Progres Lapangan Kedungkeris

Bojonegoro, 12/1 (Media Center) – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan progres Lapangan Kedungkeris, Blok Cepu, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) saat ini.

Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, menyampaikan, membutuhkan informasi terkait progress di Lapangan Kedungkeris untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat ring 1 di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

“Mereka mempertanyakan kelanjutan operasi di Kedungkeris, bagaimana keterlibatan tenaga kerjanya, rencana pembebasan lahannya seperti apa,” ujarnya saat melakukan rapat dengan SKK Migas dan EMCL, Kamis (12/1).

Menurutnya, Pemdes Sukoharjo sering mendapat pertanyaan dari warga, dan tidak bisa menjawabnya. Maka itu, meminta Komisi A untuk memediasi dengan EMCL.

Sementara itu, juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, rencana pengembangan Lapangan Kedung Keris sudah disetujui oleh pemerintah melalui SKK Migas sejak Juni 2016.

“Proyek Lapangan Kedung Keris sudah memasuki tahap persiapan pengembangan, termasuk akses ke lokasi proyek dan telah disosialisasikan kepada warga dan pihak-pihak terkait,” imbuhnya.

Sekadar informasi, lapangan Kedungkeris ini nantinya dapat memproduksi minyak hingga 5.000 barel per hari (bph), sehingga mampu menopang volume produksi Blok Cepu.

Sesuai rencana paling lambat lapangan ini mulai produksi tahun 2019 mendatang.

Data dari EMCL menyebutkan, pemboran sumur Kedung Keris ini dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki (2.143 meter). Sumur KDK ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki (171 meter) di zona karbonat sasaran. Terletak 14 kilometer dari Lapangan Banyuurip yang ditemukan pada 2001.

Penemuan di Kedung Keris akan menjadi tambahan penting terhadap 450 juta barel minyak yang diharapkan dari pengembangan penuh Lapangan Banyuurip.

Setelah PoD disetujui dan siap berproduksi, minyak dari Lapangan Kedung Keris akan dialirkan dan diolah di fasilitas produksi utama atau central processing facility (CPF) Banyuurip. Tambahan minyak dari lapangan tersebut akan membuat volume produksi Blok Cepu bisa stabil di angka tertinggi.(dwi/mcb)

Leave a Comment