Share

DPRD Bojonegoro Upayakan Kenaikan Gaji GTT

Bojonegoro, 22/11 (Media Center) – Ditengah kondisi keuangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang memprihatinkan karena Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) yang jauh dari ekspektasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tetap berupaya memenuhi komitmen mengenai Guru Tidak Tetap (GTT).

Anggota Badan Anggaran (Banggar), Doni Bayu Setiawan, mengatakan, setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya diputuskan Honor GTT K2 naik dari Rp600.000/bulan menjadi Rp750.000/bulan, sedangkan non K2 naik dari Rp400/bulan menjadi Rp500rb/bulan.

Jika dilihat angkanya memang tidak seberapa, tapi setidaknya menunjukkan komitmen kita untuk memperjuangkan kesejahteraan GTT, khususnya K2 yang sangat berharap diangkat menjadi PNS.

“Kami menyadari bahwa keberadaan GTT adalah vital, dan terkadang tugasnya melebihi Guru PNS,” ujar politisi asal PDI P ini, Selasa (22/11)

Karenanya, kenaikan Honor pada 2017 nanti adalah sudah sepantasnya, meski belum mampu memenuhi angka Rp 1.000.000.

“Semoga ini dapat membantu GTT dan menambah semangat GTT serta K2 untuk tidak patah semangat,” imbuhnya.

Terkait pengangkatan K2 menjadi PNS, Doni beranggapan hal tersebut merupakan kewenangan pusat. Tapi yang jelas, jangan sampai ada perubahan data, apalagi ditambahi.

“Data K2 harus dikunci. Dan semua pihak, baik pemerintah dalam hal ini Diknas dan BKD, serta termasuk Forum K2 sendiri harus ikut menjaga kevalidan data K2,” pungkasnnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment