Share

DPRD Tanggapi “Tudingan” PMII Soal Pertanian Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Menanggapi demonstrasi yang dilakukan 25 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di halaman DPRD setempat, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, Sigit Kusharianto, menyampaikan apa yang “ditudingkan” tidak sesuai dengan data.

“Saya mengapresiasi langkah teman-teman PMII, tapi apa yang kalian sampaikan tidak berdasarkan data,” tegas Sigit saat menanggapi aksi demo di halaman DPRD setempat.

Menurutnya, apa yang disebutkan dalam orasi maupun selebaran oleh PMII, jika produksi pertanian di Bojonegoro menurun, tidaklah benar. Karena, data yang ada saat ini justru mengalami kenaikan.

“Dari 1 juta ton padi yang dihasilkan, Bojonegoro termasuk 5 besar di Jawa Timur,” paparnya.

Dengan produksi tersebut, Bojonegoro sudah termasuk kategori lumbung padi nasional. Bahkan, Pemkab Bojonegoro sedang menggalakkan infrastruktur di sektor pertanian, pengairan dan sebagainya. Bahkan, program tersebut sudah bisa diwujudkan di seluruh wilayah pertanian.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Bojonegoro tinggi, pertumbuhan ekonomi juga tinggi. Jadi apa yang salah?,” ujarnya.

Saat ini, Pemkab tengah berupaya merubah pola pikir petani supaya tidak salah menanam pada saat tertentu. Jadi, dengan kondisi embung yang kering ataupun sawah yang tandus karena adanya bencana El Nino.

“Bahkan, pertanian di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo sudah memasuki masa panen ketiga,” tandasnya.

Pemkab Bojonegoro sudah menggalakkan program pompanisasi, insfrastruktur, membangun irigasi baik sekunder dan tersier, Jitut dan Jides. Yang masih belum adalah pengeboran tanah karena menggunakan tekhnologi dengan biaya yang sangat mahal.

“Kami sepakat tidak ada perubahan anggaran untuk sektor pertanian,” tandasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment