Share

Dukung Pangan dan Energi, Kominfo Kembangkan Jaringan IT

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), mengembangkan jaringan informasi teknologi (IT) untuk mendukung program daerah setempat yang diproyeksikan akan menjadi lumbung pangan dan energi nasional.

“Pengembangan jaringan IT merupakan program yang akan kita kembangkan sebagai usaha menunjang program menjadikan Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energi nasional,” kata Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, Jumat.

Menurut dia,  pengembangan jaringan IT diproyeksikan harus mampu menjangkau seluruh wilayah pedesaan (430 desa/kelurahan) di Bojonegoro.

Ia menjelaskan pemkab memiliki jaringan IT yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih minim yang disebabkan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

“Ibaratnya jaringan IT pemkab seperti sebuah mobil Mercedes. Tapi SDM yang ada kemampuannya baru sebatas mengendarai sebuah mobil biasa,” katanya, menegaskan.

Oleh karena itu, katanya, pengembangan jaringan IT akan dilakukan dengan meningkatkan SDM yang ada di jajarannya juga mendorong jajaran di satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di jajaran pemkab agar bisa memanfaatkan jaringan IT yang ada.

“Pelatihan pengenalan jaringan IT yang kita lakukan akan kita lanjutnya dengan praktik secara langsung,” tandasnya.

Sebagai langkah awal, jelasnya, Kominfo mengembangkan web “Media Center” Bojonegoro yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain, sejumlah perangkat komputer, jugamelayani pelatihan IT dan lainnya sebagai usaha meningkatkan SDM di SKPD pemkab.

“Sepanjang jajaran SKPD pemkab mampu memanfaatkan jaringan IT mulai menginventaris data, mengolah dan menyanyikan kepada masyarakat, maka akan semakin meningkatkan kinerjanya,” katanya, menegaskan.

Mengenai target, menurut dia, pengembangan jaringan IT ke seluruh pelosok pedesaan sudah bisa direalisasikan dalam dua tahun mendatang.

“Pemkab juga mengembangkan jaringan internet wifi di 1.000 lokasi,” ucapnya.

Ia juga memberikan gambaran, penyampaian perkembangan informasi mengenai berbagai program Pemerintah juga yang lainnya tidak bisa dilakukan secara tradisional, misalnya, dilakukan dengan cara menggelar pemutaran film di pedesaan.

“Kalau penyampaian informasi dilakukan dengan memutar film di pedesaan seperti yang dilakukan di era dulu akan sia-sia, sebab penontonnya hanya petugas yang memutar film, apalagi film yang diputar merupakan film-film lama yang tidak diminati masyarakat,” ujarnya.

Sesuai data di Kominfo, daerah setempat memiliki potensi sejumlah lapangan migas, antara lain, lapangan migas  Blok Cepu, lapangan Migas Cendana,  lapangan minyak Sukowati dan Blok Nona.

Di lain pihak, daerah yang dilalui Bengawan Solo juga merupakan potensi yang strategis untuk pengembangan lumbung pangan, mulai tanaman padi serta produk pertanian lainnya.

“Kami  sudah menginvetaris sedikitnya 20 produk pertanian yang ada di masyarakat yang bisa dikembangkan. Tentunya proses pengembangan agar cepat diketahui dunia luar dengan memanfaatkan jaringan IT yang ada,” ungkapnya. (samcb)

Leave a Comment