Share

Eksotisme Patung Sapi Malo, Pikat Dunia

Bojonegoro (Media Center) – Desa Banaran, Kecamatan Malo dikenal sebagai desa pengrajin patung sapi, sedikitnya terdapat lima rumah pengrajin yang masing-masing menampung sekitar 5-10 seniman patung lokal.

Hal itu dijelaskan oleh Dandi Suprayitno, Camat Malo saat mendapat kunjungan (Rabu, 18/12/2013) dari pemenang lomba Blog yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Menurut Dandi, hingga saat ini pemasaran patung sapi asal Malo baru sebatas dari relasi yang sudah ada. Pihaknya berencana akan membangun koneksi dengan dunia luar agar potensi-potensi yang ada di Malo bisa diketahui secara internasional.

“Para traveling paling tidak tahu kalau Bojonegoro punya patung sapi dari Malo,” jelasnya. Meski masih menggunakan sistem pemasaran relasi, sebanrany menurut Dandi, produk-produk dari Malo ini mempunyai daya pikat bagi dunia internasional.

Di Kecamatan Malo hasil kerajinan seni ukir tumbuh dan berkembang dengan baik, salah satunya yang diminati adalah seni ukir kayu di Desa Banaran. Secara khas, warga setempat memilih model hewan dengan seni ukir tradisional yang natural.

Seluruh hasil kerajinan dari wilayah Desa Banaran, bahannya menggunakan batang kayu jati yang tumbuh subur di wilayah Malo. Hasilnya sudah merambah ke pasar internasional, diekspor ke negara-negara eropa

Hal itu membuat Desa Banaran ini dikenal sebagai desa sentra pengrajin dan perdagangan patung, dengan sejumlah workshop yang dapat langsung dikunjungi, termasuk proses pembuatannya. (de/ramcb)

Leave a Comment