Share

EMCL Beri Lokakarya Kepada Kontraktor Lokal

Bojonegoro (Media Center) – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyelenggarakan Lokakarya Prakualifikasi Administrasi untuk mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) EMCL kepada 26 kontraktor lokal di ruang pertemuan Griya Dharma Kusuma (GDK), Kamis (12/11).

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari lokakarya untuk kontraktor lokal, pada 22 Oktober lalu di Pendopo Kabupaten Bojonegoro,” kata Public and Government Affair Manager EMCL, Rexy Mawardijaya .

Dia mengaku mengundang 26 kontraktor lokal dari Kabupaten Bojonegoro yang belum memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk mengikuti pelatihan ini.

“Harapannya, melalui lokakarya ini, kontraktor lokal Bojonegoro lebih mudah dalam mengikuti proses pengadaan di EMCL,” tandasnya.

Kegiatan yang kelima kalinya ini merupakan komitmen EMCL dalam mengembangkan pemasok lokal Bojonegoro.

Pengembangan rantai pemasok yang dapat diandalkan dan berdaya saing dapat berkontribusi bagi efisiensi proyek dan operasi kami. Bidang usaha dengan kesempatan yang baik untuk ikut serta, pada mulanya adalah usaha dalam bidang konstruksi kecil, transportasi dan katering.

Proyek ini terus berusaha untuk memaksimalkan pemanfaatan muatan lokal. Itulah alasannya mengapa kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) proyek ini terdiri dari lima perusahaan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia.

Pada masa puncak konstruksi, terdapat lebih dari 450 perusahaan nasional yang mendukung konsorsium tersebut sebagai subkontraktor. Lebih dari 85 persen subkontraktor tersebut berasal dari wilayah di sekitar proyek, termasuk Bojonegoro dan Tuban.

“Kami bekerja sama, mendampingi mereka, membantu mereka meningkatkan standar mereka, proses pengadaannya, dan menjaga baku mutu yang ketat,” tambahnya.

Semua ini untuk membantu perusahaan tersebut agar dapat menangani proyek pada skala ini. Dan agar pengalaman proyek ini dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk mengerjakan proyek lainnya dengan lebih efisien.

Lebih dari 150 perusahaan dan koperasi dari Bojonegoro mengikuti pelatihan pengenalan proses pengadaan. Tujuannya untuk memberi wawasan pengetahuan pelaku usaha lokal mengenai standar pengadaan proyek dan cara untuk terlibat dalam proses penawaran.(dwi/*mcb)

Leave a Comment