Share

EMCL Gelar Sosialisasi Keamanan Pipa Minyak di Tiga Kecamatan

Bojonegoro, Media Center – Sebanyak 70 peserta dari 17 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bojonegoro mengikuti kampanye dan sosialisasi keselamatan-keamanan jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Acara berlangsung di Singapore Restaurant & Coffee Shop Jl. Gajah Mada No.8, Sukorejo Lor, Sukorejo, Bojonegoro, Rabu (17/7/2019).

Puluhan peserta terdiri dari Camat, Danramil, Kapolsek yang ada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kota, Kapas dan Dander. Juga kepala desa, tokoh masyarakat dan pemuda dari 17 desa di tiga kecamatan yang dilalui jalur pipa minyak Blok Cepu.

Perwakilan Humas SKK Migas Jabanusa, Arif Abadil menegaskan, kegiatan hulu Migas, dan fasilitasnya masuk objek vital nasional. Oleh karena itu, aset Negara ini harus dijaga bersama. Salah satunya Lapangan Banyu Urip, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

EMCL merupakan partner dari SKK Migas yang membawa kepentingan Negara untuk menghasilkan minyak. Sehingga dukungan stakeholder sangat penting untuk mempertahankan produksi Migas.

“Ini merupakan upaya preventif kami untuk mengedukasi stakeholder di tingkat kecamatan dan desa. Semoga informasi hari ini bermanfaat,” tambahnya.

Sementara Camat Kapas, Agus Susetyo Hardiyanto menambahkan, ke depan semua pihak harus lebih meningkatkan koordinasi agar tidak terjadi miskomunikasi, yang dapat memberikan efek negatif.

“Acara hari ini kami sambut baik. Semoga nanti banyak masukan dari peserta, perihal keamanan dan keselamatan jalur pipa,” sambungnya.

Agus menegaskan Objek vital Lapangan Banyu Urip harus dilindungi, dan bersama-sama meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan agar kegiatan produksi dapat berjalan lancar.

“Jika ada yang belum tahu letak jalur pipa, silahkan tanyakan. Supaya tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya tidak mendirikan bangunan di atas jalur pipa minyak,” imbuhnya.

Sosialisasi ini dilaksanakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Yayasan Sedulur Pena (YSP). Kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi yang dipimpin Manager Program dari Yayasan Sedulur Pena (YSP), Muslimin.

Dalam program ROW (Right Of Way) atau hak dari jalur pipa, EMCL bersama YSP tak lelah melaksanakan kampanye dan sosialisasi mulai dari tingkat kabupaten, dan saat ini stakeholder di kecamatan dan desa.

Harapannya para peserta bisa membantu menyosialisasikan keamanan keselamatan jalur pipa. Selain sosialisasi tingkat kecamatan, akan dilanjutkan ke tingkat desa.

“Hari ini kami meminta izin untuk kesekian kalinya ke kecamatan dan desa untuk terus sosialisasi ke tingkatan desa,” pungkasnya. (Dwi/NN)

Leave a Comment