Share

EMCL Gelar Sosialisasi RWI Pada Warga Sudu

Bojonegoro (Media Center) – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyelenggarakan sosialisasi mengenai Fasilitas Pengambilan Air Sungai Penunjang Produksi (Raw Water Intake/RWI) Lapangan Banyu Urip pada Jumat (13/11) di balai Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Lebih dari 50 warga desa setempat hadir dalam acara tersebut.

“Kegiatan ini untuk memberi pengertian yang benar kepada masyarakat,” ujar juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya.

Dia mengungkapkan, sosialisasi ini juga bentuk komitmen EMCL dalam menjalankan proyek yang aman dan selamat bagi pekerja, masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu, dijelaskan dalam sosialisasi, penggunaan RWI yang terletak di Desa Sudu itu difungsikan untuk mengambil air dari sungai Bengawan Solo dan mendistribusikannya ke fasilitas produksi penuh proyek Banyu Urip.

Fasilitas ini terdiri dari dua bagian, Solo intake yang merupakan ujung pengambilan air dan rumah pompa yang berfungsi untuk menarik air.

Perwakilan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Mucharom mengatakan, bahwa semua aktivitas pengambilan air ini diawasi terus oleh pihaknya.

“Kita melakukan pengecekan rutin berkala,” katanya di depan warga. Mucharom menjamin kegiatan RWI tidak akan mengganggu suplai air untuk pertanian warga.

Mucharom memaparkan, PSDA dengan PT Jasa Tirta sebagai lembaga berwenang mengelola sumber daya air Bengawan Solo, melakukan pemeriksaan meter air setiap bulan.

“PT Jasa Tirta juga menerbitkan Surat Ketetapan Iuran Eksploitasi dan Pemeliharaan,” katanya.

SKK Migas, imbuh dia, yang mengajukan permohoba  ijin pemanfaatan dan penggunaan air permukaan. Sedangkan EMCL yang membayar pajak air permukaan kepada Kas Pemerintah Provinsi Jawa Timur setiap bulan.
“EMCL juga membayar biaya jasa pengelolaan sumber daya air kepada Perum Jasa Tirta 1 berdasarkan kewajiban yang tertuang dalam ijin,” jelas dia.

Selama sosialisasi, banyak warga yang bertanya mengenai dampak-dampak yang mungkin terjadi.

“Bagaimana kalau waduk penampungannya meluap?” Tanya Syaiful Huda, salah seorang warga.

Menjawab pertanyaan tersebut, Zainal Arifin mengatakan bahwa kedalaman waduk mencapai 15 meter. Sedangkan debit air maksimal, kata Zainal, sedalam 13 meter. Ketika sudah mencapai level 13, suplai air akan dikembalikan ke sungai.

“Jadi jangan khawatir, tidak akan meluap,” ucapnya meyakinkan.(dwi/*mcb)

Leave a Comment