Share

EMCL: Kelanjutan Proyek EPC I Bergantung Tripatra

Bojonegoro (Media Center) – “Vice President Public and Government Affairs” ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, menyatakan kelanjutan proyek “engineering, procurement, and construction/EPC I Banyu Urip Blok Cepu, di Bojonegoro, Jawa Timur, bergantung PT Tripatra-Samsung.

“Ya tergantung Tripatra. Saat ini sedang dikoordinasikan dengan kepolisian resor (polres) soal keamanan tenaga kerja bisa bekerja kembali,” katanya, di Bojonegoro, Rabu (5/8).

Namun, menurut dia, kegiatan karyawan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sudah normal kembali, termasuk kegiatan pengeboran sumur minyak dan produksi lapangan sumur minyak Blok Cepu.

“Produksi sumur minyak Blok Cepu, sekarang sudah berproduksi normal berkisar 82.000-85.000 barel/hari,” jelasnya.

Komisaris PT Tripatra-Samsung, Jakarta Eddy Junaedy Danu, dalam pertemuan dengan Komisi VII DPR RI, berjanji akan menyelesaikan pekerjaan proyek EPC IBanyu Urip Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, sesuai jadwal.

“Kami bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan EPC I tepat waktu dengan tetap melibatkan tenaga kerja lokal,” tandasnya.

Ia juga mengatakan akan memegang komitmen sosial, termasuk akan menyelesaikan berbagai permasalahan administrasi keuangan, di antaranya, pajak.

Tapi, lanjut dia, pengurangan tenaga kerja di proyek EPC I, jelas tetap akan dilakukan, mengingat proyek segera berakhir.

“Kejadian kerusuhan tenaga kerja di proyek EPC I diluar dugaan kami,” kilahnya. Di Bojonegoro, Komisi VII DPR RI, yang diketuai Kardaya Warnika, melakukan pertemuan dengan Bupati Bojonegoro Suyoto, dengan jajarannya, juga perwakilan EMCL, PT Tripatra-Samsung, juga pihak lainnya.

Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai permasalahan kasus kerusuhan tenaga kerja di proyek EPC I di Kecamatan Gayam, 1 Agustus 2015. Hadir dalam pertemuan itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, dan Komandan Kodim 0813 Letkol Kav. Donova. (sa/mcb).

Leave a Comment