Share

EMCL Resmikan Fasilitas Umum di Kecamatan Gayam

Bojonegoro, 25/1 (Media Center) – Pemerintah kabupaten Bojonegoro bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan peresmian beberapa infrastruktur publik diantaranya gedung Puskesmas Gayam, Gedung Serbaguna Gayam, dan Jembatan Gayam-Purwosari.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian EMCL kepada masyarakat Gayam. Diharapkan dengan diresmikannya penggunaan infrastruktur publik seperti gedung serbaguna, Jembatan Gayam-Purwosari, Puskesmas Gayam dapat meningkatkan layanan kesehatan, fasilitas untuk kegiatan masyarakat dan olahraga serta akses transportasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain itu juga bisa membawa kebaikan kepada masyarakat kecamatan Gayam.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kecamatan Gayam (24/1) ini juga dihadiri oleh bupati Bojonegoro, jajaran Forpimda, jajaran SKPD Kabupaten Bojonegoro, Muspika Kecamatan Gayam.

Presiden ExxonMobil Indonesia, L. Wieczynski
dalam sambutannya menyampaikan, peresmian ini merupakan bentuk kepedulian ExxonMobil Cepu Limited kepada masyarakat Bojonegoro.

“Serta kami ingin agar masyarakat Bojonegoro bisa menggunakan fasilitas ini dengan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Kepala Departemen Humas SKK Migas, Dony Aryantho, mengatakan, SKK Migas sebagai pengendali dan pengawas setiap program perminyakan di Indonesia. Dan EMCL sudah menyelesaikan semua program yang telah ditetapkan. Serta semua laporan untuk segera diserahterimakan kepada pemerintah.

“Sehingga setiap program yang dilaksanakan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Sementara Bupati Suyoto, dalam sambutannya menyampaikan, sangat mengapresiasi kerja SKK Migas dan EMCL dalam membangun Puskesmas Gayam, Gedung Serbaguna Gayam, Jembatan Gayam-Purwosari.

” Kita selayaknya harus memberi
penghormatan kepada EMCL karena telah mengangkat masalah lokal sebagai problem mereka,” tandasnya.

Namun bukan ini saja, tujuan utama adalah membuat masyarakat Bojonegoro lebih sehat, cerdas, produktif, dan akhirnya menjadi lebih bahagia. Yang dibangun tidak hanya fisik luarnya saja namun dalamnya juga perlu kita bangun sebagai bekal kita kedepannya.

“Ini tidak bisa dicapai dalam waktu 1 tahun, 2 tahun atau mungkin 5 tahun. Ini dapat dibentuk dalam jangka waktu yang lama. Ini semua dilakukan untuk mengangkat masyarakat Bojonegoro,” lanjutnya.

Apalagi bila anak-anak Bojonegoro bersemangat untuk lebih berkembang dan lebih maju maka saya yakin masa depan Bojonegoro yang cerah ada ditangan mereka,” tandasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment