Share

Ferry Curtis Akan Tampil Maksimal di Bojonegoro

Bojonegoro, 3/9 (Media Center) – Penyanyi dan pencipta lagu bergenre balada Ferry Curtis asal Purwakarta, Jawa Barat, menyatakan akan tampil maksimal di objek wisata Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (3/9).

“Saya tampil dihadapan anak-anak pramuka. Ya terserah nanti berapa lagu akan saya layani,” kata dia ketika berlatih bersama Alaska Band milik Kesatuan Pemangkuan Hutan Bojonegoro, Sabtu (2/9/2017).

Sebagaimana disampaikan Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro Daniel Cahyono menjelaskan penyanyi dan pencipta lagu balada Ferry Curtis akan tampil di acara Bojonegoro Giri Wana Rally 2017 yg diselenggarakan Saka Wanabakti Bojonegoro.

Dalam penampilannya Ferry Curtis akan berkolaborasi dengan Alaska Band. Acara Giri Wana Rally 2017, kata dia, diikuti 100 regu lebih anggota Pramuka Penegak dari berbagai Gudep di Bojonegoro Tuban dan sekitarnya, termasuk dari Blora dan Cepu.

“Meskipun ada hiburan musik untuk karcis tanda masuk di objek wisata Kahyanga Api tidak naik,” kata dia menjelaskan.

Berlatih dengan membawa gitar akustik ia mengawali lagu Sahabat Cahaya yang mengkisahkan tentang semua manusia di muka bumi adalah Khalifah sehingga harus membuat karya nyata.

“Lagu saya Sahabat Cahaya ini sebenarnya idenya sudah lama,” kata Ferry Curtis yang nama aslinya R. Ferry A. Anggawijaya.

Tapi, lanjut dia, untuk membuat lagu tidak lama, tetapi untuk mengendapkan sehingga bisa dibawakan dengan enak membutuhkan waktu lama.

“Lagu Sahabat Cahaya ini banyak masyarakat yang bisa menerima. Hanya saja syairnya abstrak,” katanya seraya mengutip bahwa di Al Quran banyak disebutkan bahwa pertama kali yang diciptakan oleh Allah SWT yaitu cahaya.

Selain itu dalam latihan ia juga membawakan lagu terbarunya Yogyakarta dengan irama keroncong ballad dan Ilalang Terbakar.

Ia juga memberikan ilustrasi bahwa lagu yang sudah dipersiapkan untuk di bawakan yang merupakan karya terbaru yaitu “Jika Jangan Tidak” yang mengisahkan kegelisahanya melihat pemimpin yang ada di Tanah Air.

“Dalam lagu itu mengambarkan bahwa kita semua sudah payah melihat kondisi yang tidak menentu di Tanah Air. Oleh karena itu kalau memang tidak siap menjadi pemimpin sebaiknya jangan jadi pemimpin,” katanya menegaskan.

Dalam penampilan di Kahyangan Api, ia sudah mempersiapkan 15 lagu yang semuanya karya sendiri dengan genre balada.

Lagu yang sudah dipersiapkan lainnya yaitu Anak Kecil Kehilangan Bendera, Hanya Karena Dia, Suratku kepada Putra Sang Fajar, Yogyakarta dalam irama balad keroncong,dan Bumi Kian Meranggas. (*/mcb)

Leave a Comment