Share

Festival Rujak Ceprot Lestarikan Kuliner Tradisional

Bojonegoro, 29/9 (Media Center) – Tak hanya Festival Tahu Ledok yang merupakan event gagasan para warga Bojonegoro namun juga Festival Rujak Ceprot yang diprakarsai warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas akan diusung menjadi event tahunan dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB).

Kekhasan rujak ceprot dibanding rujak-rujak pada umumnya adalah semua bahan yang terdiri dari buah mengkudu, jantung pisang, asam jawa, terasi, cabai, gula dan garam ini, dimasukkan dalam lumpang dan ditumbuk menggunakan alu sampai halus.

Acara yang pertamakali digelar pada 2015 ini kembali digelar pada Selasa-Rabu (27-28/9/2016) dalam rangka memeriahkan HJB Bojonegoro yang ke 339. Selain memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang rujak ceprot yang kaya akan manfaat bagi kesehatan, kegiatan ini juga dimaksudkan agar rujak ceprot yang merupakan warisan dari nenek moyang tidak dilupakan dan hilang tergerus oleh zaman. Tak hanya prosesi pembuatan rujak ceprot, tarian dari siswa SD serta stand jajanan tradisional juga turut memeriahkan festival ini.

“Festival ini selain untuk memperkenalkan rujak ceprot kepada masyarakat luas, juga merupakan wujud dari ekonomi kreatif masyarakat Desa Bendo yang diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.” ujar Kepala Desa Bendo, Andi Prabowo.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono menyampaikan bahwa masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan pertanian dan peternakan. Tetapi harus menciptakan ekonomi kreatif dan inovatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Diharapkan festival rujak ceprot ini bisa dikenal secara luas dan meningkatkan perekonomian warga Bendo,” lanjutnya.

Dalam Festival Rujak Ceprot ini lomba pembuatan rujak diikuti 36 regu. Selain itu juga dilakukan kirab Alu Goro dari Balai Desa Bendo sampai Taman Brang Kulon, tempat digelarnya lomba pembuatan rujak ceprot.(mcb/humas)

Leave a Comment