Share

Festival Banyuurip Digelar Tiga Hari

Bojonegoro, 17/11 (Media Center) – Festival Banyu Urip 2018 resmi dibuka, Jumat 16 November 2018. Pembukaan FBU tersebut, ditandai dengan pemukulan kentongan secara bersama oleh jajaran Forum Pimpinan Kecamatan Gayam serta Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Gayam.

Acara yang digelar Karang Taruna Kecamatan Gayam ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. Mulai tanggal 16 sampai 18 November 2018.

“Dibuka dengan acara pengajian bersama Forkopimda nanti malam. KH Agus Salim akan menyampaikan ceramahnya,” ucap ketua Karang Taruna Kecamatan Gayam, Mohammad Kundori.

Kundori menjelaskan, Festival Banyu Urip 2018 merupakan wujud kolaborasi antara usaha hulu migas dengan masyarakat dan Pemerintah. Dalam rangka merayakan Hari Jadi Ke 6 Kecamatan Gayam sekaligus memeriahkan Hari Jadi Ke 341 Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini, kata Kundori, didukung sepenuhnya oleh operator minyak Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited atau EMCL.

Menurutnya, Kartar Kecamatan Gayam telah menyiapkan berbagai kegiatan selama acara. Mulai dari pengajian, penampilan seni lokal, seperti reog dan oklik serta gamelan. Bojonegoro Kampung Pesilat juga menampilkan atraksi.

“Sabtu malam kita meriahkan dengan Ketoprak Cak Percil. Sedangkan Minggu pagi kita akan ditutup dengan ngonthel bareng Tour de Gayam,” imbuh Kundori.

Ditambahkan, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai produk unggulan lokal dalam pameran. Mulai dari Batik Jonegoroan produksi Kecamatan Gayam, berbagai macam kerajinan tangan, olahan-olahan jamur, beras organik, dan beragam produk pertanian.

Dia juga menegaskan berbagai kegiatan tersebut bisa disaksikan secara gratis.

“Hanya tiket Tour de Gayam yang dijual murah. Cuma Rp10 ribu saja, untuk ditukar dengan tiket yang diundi memperebutkan banyak hadiah menarik. Mulai dari sepeda motor hingga kambing dan berbagai barang elektronik,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Camat Gayam, Sahari menyampaikan bahwa Festival Banyu Urip bukan hanya sekadar memeriahkan ulang tahun kecamatan. Bagi dia, Festival Banyu Urip adalah wujud kebersamaan dan keberhasilan masyarakat dan perusahaan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Keberhasilan proyek negara di Lapangan Banyu Urip ini juga adalah karena kerjasama yang baik semua elemen masyarakat,” katanya.

Sahari berpesan agar hubungan yang baik dan kerjasama yang konstrukstif ini harus terus dipertahankan.

Perwakilan EMCL, Rexy Mawardijaya, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dukungan kepada Festival Banyu Urip adalah bentuk apresiasi kepada berbagai upaya yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan proyek negara di Lapangan Banyu Urip.

“Kami mendukung penuh acara ini. Sebagai bagian dari wujud kolaborasi dan sinergi positif dengan karang taruna, Pemerintah desa, dan Pemerintah Kecamatan, serta segenap masyarakat di Kecamatan Gayam,” ucap Rexy.

Pada kesempatan itu dia menjelaskan, dukungan EMCL dalam Festival Banyu Urip 2018 ini juga sebagai partisipasi EMCL dalam merayakan Hari Jadi ke 6 Kecamatan Gayam. Sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke 341 Kabupaten Bojonegoro.

“Selamat Hari Jadi ke 341 Kabupaten Bojonegoro dan Hari Jadi ke 6 Kecamatan Gayam. Semoga masyarakat Bojonegoro semakin maju, sejahtera dan semakin produktif dengan semangat energi baru,” pungkasnya.

Sementara itu, warga antusias menyaksikan pertunjukan silat dan pertunjukan seni reog dalam pembukaan festival. Reog yang ditampilkan merupakan kolaborasi antara Reog Desa Mojodelik dan Desa Gayam.

Partisipasi masyarakat cukup tinggi. Terdapat 10 stan binaan EMCL dan ada lebih dari 15 stan pedagan lain. Selain itu juga ada gunungan berisi hasil bumi 12 desa di Kecamatan Gayam yang diarak dari Balai Desa Gayam menuju lapangan.(*dwi/mcb)

Leave a Comment