Share

Gagal di Holding PTPN, Jadi Dirut Pertamina

Jakarta, 17/3 (Media Center) – Pengangkatan Dirut Pertamina, Elia Masa Manik menuai protes. Pasalnya dirut yang baru saja diangkat itu dinilai bukan seorang yang mumpuni untuk memimpin Pertamina.

Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono mempertanyakan kebijakan Presiden Joko Widodo yang lebih memilih orang luar Pertamina.

“Karena itu karyawan Pertamina harus siap- siap untuk menolak Elia Masa Manik sebagai Dirut Pertamina yang baru,” ujar Arief dalam siaran pers yang diterima detakpos di Jakarta, Kamis (16/3).

Pemerintah Joko Widodo dinilai telah mengecilkan prestasi dan kemampuan para karyawan Pertamina yang selama ini tidak pernah dianggap dan dipercaya untuk menduduki orang nomor satu selama pemerintahan Joko Widodo.

“Ini menjadi dasar bagi kawan- kawan Pertamina untuk berani menolak penempatan Elia Masa Manik sebagai dirut Pertamina,” tandas Arief.

“Percayalah Elia Masa Manik tidak akan mampu memiloti Pertamina. Ditempatkan di Holding Perkebunan saja malah semua perkebunan merugi dan menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif, padahal tidak susah- susah amat mengurus perkebunan selama ini,” papar Arief.

Dia berharap Presiden Joko Widodo membuang kesan, bahwa mantan- mantan bankers itu akan berhasil dan mampu ditempatkan di perusahaan yang non Perbankan.

“Tdak akan Pak Joko Widodo, apalagi untuk bankers yang memimpin di bank-bank BUMN yang tinggal duduk manis saja menikmati bunga rekap obligasi dari pemerintah akibat krisis Perbankan 1997,” ungkapnya.

Jadi penempatan Elia Masa Manik, menurut Arief, jelas sebuah blunder besar bagi pengelolaan Pertamina yang syarat dengan kepentingan para “mafiioso” Importir minyak di Pertamina.

“Lihat saja Pertamina pasti akan rugi dan akan banyak penolakan dari karyawan Pertamina. Masa cuma pengalaman di Elnusa dan Bankers di BNI juga kurang beprestasi serta gagal pimpin holding PTPN Kok mimpin perusahaan sekelas Pertamina,”pungkas Arief Poyuono. (*/mcb)

Leave a Comment