Share

Garap Pengembangan Kawasan Ekonomi Perdesaan

Bojonegoro, 31/8 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar rapat Koordinasi, Kamis (31/8) bersama program pengembangan kawasan ekonomi perdesaan untuk menggarap sentra sentra industri ekonomi pedesaan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus penanggulangan kemiskinan. maka kini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

15 kawasan ekonomi pedesaan di Kabupaten Bojonegoro yang akan digarap nantinya adalah kawasan pertanian yang meliputi kawasan pertanian padi di Kecamatan Kanor, sentra bawang merah di Kecamatan Kedungadem, Kawasan pertanian integrasi di Kecamatan Gayam dan Kawasan jambu di Desa Kalangan Kecamatan Margomulyo.

Kawasan peternakan dan perikanan yakni kawasan ternak di Desa Sekaran Kecamatan Kasiman dan Desa Jono Kecamatan Temayang. Adapun kawasan perikanan di Desa Karangdayu dan Kauman di Kecamatan Baureno.

Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, I Nyoman Sudana menjelaskan, bahwa kawasan industri kreatif terbagi dalam 5 sentra yakni sentra batik di Desa Jono Kecamatan Temayang, sentra olahan kayu di Desa Bathokan Kecamatan Kasiman dan Desa Geneng Kecamatan Margomulyo.

“Sentra pande besi di Desa Kedaton Kecamatan Kapas ,sentra jamu di Desa Ngablak Kecamatan Dander dan sentra kawasan industri gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo,” tukasnya.

Sementara itu untuk kawasan wisata di Kabupaten Bojonegoro yakni diwilayah Kecamatan Sekar dan Kedewan, sedangkan untuk kawasan seni dan budaya di Desa Jono Kecamatan temayang dan Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo yang akan melestarikan kearifan lokal budaya Bojonegoro.

“Mulai adat istiadat masyarakat samin dan budaya semisal tayub dan lain sebagainya di wilayah Temayang,” lanjutnya.(*dwi/mcb/humas)

Leave a Comment