Share

Gelar Aksi Demo, Supir Minta Razia DT Bojonegoro Dihentikan

Bojonegoro (Media Center) – Sekitar 400 sopir dump truk (DT) dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab), hari ini, Selasa (31/5).

Unjuk rasa ini dipicu oleh seringnya razia yang dilakukan Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro terhadap dump truk yang sedang melakukan pengangkutan pasir maupun tanah urug. Kami mendesak kepada pemkab untuk menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan dan Polres menghentikan operasi terhadap dump truk,” tegas Gofar, salah satu sopir dump truk asal Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam.

Dia mengaku, operasi yang dilakukan Dishub dan Polres Bojonegoro selama ini sangat meresahkan para sopir dump truk. Karena setiap kendaraan yang ditangkap harus ditebus Rp5 juta agar bisa keluar.

“Kami ingin bekerja nyaman dan tenang, bukan dalam rasa ketakutan saat berada di jalan,” tandas Gofar.

Unjuk rasa ini membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan. Sebab dalam aksinya ratusan sopir dump truk ini membawa serta kendaraannya. Ratusan dump truck pengunjuk rasa ini diparkir di sepanjang jalan di sekitar alun-alun Bojonegoro.(dwi/mcb)

Leave a Comment