Share

Geospasial Sebagai Sarana Transformasi Bojonegoro

“Informasi Geospasial bisa dijadikan sebagai dasar pembangunan sebuah daerah,” terang Kusnandaka Tjatur, selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Menjadi daerah yang pertama dalam hal penyusunan Informasi Geospasial (IG), membuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mensosialisasikan pentingnya IG tersebut. “Informasi Geospasial bisa dijadikan sebagai dasar pembangunan sebuah daerah,” terang Kusnandaka Tjatur, selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro.

Dicontohkan, dari penyusunan IG, maka sebuah daerah dapat mengetahui dengan pasti mengenai potensi dan kendala sebuah wilayah, utamanya yang berkaitan dengan pemetaan kebumian. Bojonegoro sendiri sebelumnya telah mempunyai data awal guna penyususnan IG tersebut.

Geospasial sendiri merupakan data tentang aspek fisik dan administratif dari sebuah objek geografis. Aspek fisik di sini mencakup pula bentuk anthropogenic (aktifitas manusia) dan bentuk alam baik yang terdapat di permukaan maupun di bawah permukaan bumi.

Bentuk anthropogenic mengandung di dalamnya fenomena budaya seperti jalan, rel kereta api, bangunan, jembatan, dan sebagainya. Bentuk alam tentu saja adalah sungai, danau, pantai, daratan tinggi, dan sebagainya.

Sedangkan aspek administratif adalah pembagian atau pembatasan sosio-kultural yang dibuat oleh suatu organisasi atau badan untuk keperluan pengaturan dan pemakaian sumberdaya alam. Termasuk dalam aspek administratif ini adalah batas negara, pembagian wilayah administrasi, zona, kode pos, batas kepemilikan tanah, dan sebagainya.

Dari data yang diperoleh dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, gambaran yang didapatkan dari penyusunan IG di Bojonegoro adalah mengenai 3 hal, yakni mengenai transformasi Bojonegoro dari Masa Kini, Era Migas dan Pasca Migas. Yang saat hal tersebut tercapai akan mewujudkan masyarakat hijau, atau bisa diartikan dengan istilah yang biasa disebut oleh Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto MSi sebagai ego to eco. (*/mcb)

Leave a Comment