Share

Gethuk Pisang Bubulan, Rambah Pasar Jawa Tengah

salah satu kelebihan gethuk pisang adalah harga jual yang relatif lebih mahal ketimbang gethuk dari singkong maupun ketela, per potongnya gethuk pisang itu dijual seharga Rp2.500

Bojonegoro (Media Center) – Gethuk Pisang menjadi salah satu komoditi andalan Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Jawa Timur, hal itu terlihat dari produk unggulan yang ditampilkan oleh Disperta dalam berbagai kesempatan. M. Abdul Manaf, warga RT 4, RW.1 Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, khusus diundang oleh DIsperta Bojonegoro sebagai salah satu pengembangan hasil pertanian menjadi barang jadi.

Dijelaskan, salah satu kelebihan gethuk pisang adalah harga jual yang relatif lebih mahal ketimbang gethuk dari singkong maupun ketela, per potongnya gethuk pisang itu dijual seharga Rp2.500. Dari gethuk pisang itu, Abdul Manaf mengaku mendapat penghasilan yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Lumayan hasilnya. Setiap potong keuntungnya Rp1000 rupiah,” kata Abdul Manaf.

Manaf menerangkan, peralatan yang digunakan untuk membuat gethuk pisang ini sangat sederhana, yakni berupa mesin penggiling untuk menggiling. Sedangkan cara membuatnya sangat mudah yaitu pisang yang sudah masak dikupas lalu dibersihkan, setelah itu digiling dicampuri gula dan garam. Setelah itu dikukus selama delapan jam dan bungkus menggunakan daun pisang yang sebelumnya digodhok dan dibentuk seperti lontong untuk siap dijual.

“Tidak ada bahan pengawetnya. Campurannya hanya gula dan garam,” kata Manaf. Untuk pisang yang digunakan diantaranya pisang raja nangko, renda, saba awau, raja uter, gablok. Pisang ini mudah didapati di lingkungan sekitar.

Saat ini, setiap hari Manaf bisa membuat 150 sampai 200 potong gethuk pisang, gethuk pisang hasil produksinya itu telah merambah pasar di dalam dan luar Bojonegoro seperti Semarang dan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. “Gethuk pisang ini bisa tahan sampai empat hari,” tegasnya.

Manaf mengaku, kendala yang dihadapi saat ini adalah permodalan untuk mengembangkan usahanya. Sedangkan peralatan seperti mesing penggiling dan ganset telah dibantu oleh Dinas Pertanian Bojonegoro. “Saya harapkan pemerintah bisa memberikan pinjaman modal dengan modal lunak. Agar usaha kecil seperti saya ini bisa berkembang,” harap Manaf. (*/numcb)

Leave a Comment