Share

Gropyokan Tikus di Bojonegoro dan Fenomena Kemarau Basah

Bojonegoro (Media Center) – Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Bambang Sutopo mengatakan, pelbagai jenis hama bisa jadi akan meledak usai terjadi kemarau basah. Alasannya karena perubahan iklim dari kondisi basah tapi panas, lalu berubah menjadi kemarau. “Kita terus-menerus sosialisasi ke petani,” ujarnya pada Kanalbojonegoro.com, Kamis (16/6).

Bambang Sutopo menyebutkan, datangnya hama di lahan pertanian karena berbagai hal. Pertama, terkait pola taman yang tak ada jeda, dimana jaraknya terlalu pendek. Dari yang seharusnya sekitar tiga pekan, kini justru langsung ditanami. Dampaknya tentu terkait dengan kondisi kesuburan tanah. Kedua, dari ketersediaan pakan (padi yang ditanam) saat musim hujan dan kemudian terjadi kemarau basah, dimana petani tetap tanam.

Maka, ketika sudah saatnya terjadi kemarau, tentu saja tanaman di sawah yang belum memasuki masa panen, akan dijadikan sasaran hama. Dengan kondisi seperti ini, para petani, penyuluh pertanian di lapangan harus berupaya keras memberantas hama. “Ini yang disebut ledakan hama,” tegasnya.

Data di Dinas Pertanian Bojonegoro menyebutkan, telah terjadi serangan hama di beberapa titik. Untuk bulan Mei hingga pekan kedua bulan Juni, hama tikus menyerang sedikitnya di 234 hektare lahan padi. Juga hama penggerek batang menyerang padi seluas 583,7 hektare. Selain itu hama bernama putih palsu menyerang padi seluas 122,5 hektare, belalang daun seluas enam hektare. “Ini sudah sinyal terjadi ledakan hama,” imbuh Bambang Sutopo.

Sementara itu, untuk mengantisipasi serangan hama, warga di Desa Gedongarum dan Desa Temu, Kecamatan Kanor, menggelar gropyokan tikus. Puluhan warga di dua desa tersebut, memberantas tikus dengan cara menyiram lubang rumahnya dengan air panas. Binatang pengerat berkaki empat itu, akan keluar dari sarangnya.

“Tikus yang sudah teler, langsung kita pukul,” ujar Camat Kanor, Subiyono.

Dari hasil gropoyokan itu, menghasilkan lebih dari 2,5 kwintal tikus. Rencananya, aksi memberantas hama tikus akan terus dilanjutkan di desa-desa lain di Kecamatan Kanor. Setidaknya, pada masa tanam di musim kemarau basah bulan Juni-Juli ini. Keterlibatan pihak desa, kecamatan dan petani, menjadikan program berantas tikus, bisa terus berjalan.”Nanti bergilir di desa lain,” imbuhnya. (*/mcb)

Leave a Comment