Share

Guru Al-Qur’an Se Bojonegoro Ikuti Training Story Telling

Bojonegoro, 9/5 (Media Center) – Sebanyak 200 guru-guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se Kabupaten Bojonegoro, memenuhi Ruang Partnership Gedung Pemkab Bojonegoro untuk mengikuti pelatihan Story Telling pada Minggu, (7/5).

Pelatihan bertema “Mendidik dengan Kisah, Cetak Generasi Akhlakul Karimah” tersebut diinisiasi oleh Laznas Nurul Hayat Bojonegoro, yang menggandeng Pemkab Bojonegoro untuk dijadikan tempat pelatihan.

Hadir membuka acara, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Tedjo Sukmono. Dihadapan para peserta, Tedjo memaparkan, training Story Telling ini sesuai dengan semangat Pemkab Bojonegoro untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, produktif, mandiri dan sejahtera, serta menunjang pembangunan berkelanjutan melalui akses pendidikan yang berkualitas. 

Pemkab, lanjutnya, berupaya melaksanakan pembangunan yang berimbang, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat berdasarkan norma dan hukum. Pembangunan ini ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat, dengan pemenuhan hak pelayaan dasar serta perwujudan masyarakat beriman dan bertaqwa.

“Prinsipnya Pemkab Bojonegoro mendukung kegiatan untuk meningkatkan generasi berakhlak mulia. Harapan kami setiap kegiatan dan pelayanan dalam pelaksanaan pembangunan harus bisa menciptakan masyarakat mandiri dan sejahtera secara meteri dan non materi,” paparnya.

Sementara itu, Branch Manager Nurul Hayat Bojonegoro Suluh Adi Gunawan memaparkan, kegiatan ini sebagai bentuk perhatian kepada guru-guru Al-Qur’an, guru ngaji di masjid-masjid, langgar dan mushalla, juga guru-guru mengaji di daerah terpencil yang minim dan bahkan tidak menerima gaji mengajar, karena kurangnya kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya belajar al-Qur’an dan ilmu agama.

Training Story Telling, lanjutnya, menjadi bekal para guru Al-Qur’an untuk menarik minat anak-anak untuk belajar mengaji dengan pendekatan baru yaitu melalui metode Berkisah. Training ini akan berlangsung empat pertemuan. Training dibuat dengan system kelas kecil sebanyak 30 orang dengan rincian 60 %  praktik dan 40 % teori selama bulan Mei 2017. 

“Setelah training, peserta yang terpilih akan mendapatkan pendampingan dari trainer di TPQ nya sendiri. Metode ini selain menyenangkan juga menggunakan pendekatan Siroh Islamiyah,” paparnya.

Selama lebih dari 5 tahun, Nurul Hayat Bojonegoro memberikan perhatian kepada guru-guru al-Qur’an dalam bentuk Program Intensif Bulanan Guru al-Qur’an (IBUQU). Selain memberikan tambahan intensif, Nurul Hayat juga meningkatkan wawasan guru al-Qur’an dalam bentuk pelatihan dan pemberdayaan.(dwi/mcb)

Leave a Comment